September Penertiban KJA Maninjau, Milik Pengusaha Diangkat Duluan

Nelayan keramba jaring apung di Danau Maninjau
Nelayan keramba jaring apung di Danau Maninjau (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Kabupaten Agam akan melakukan penertiban dalam rangka mengurangi jumlah keramba jaring apung (KJA) di danau Maninjau. Paling lambat penertiban dimulai September ini.

Pengangkatan keramba dari danau akan dibantu TNI dengan memprioritaskan milik pengusaha sedangkan milik masyarakat setempat diangkat belakangan sembari memberikan alternatif usaha lain kepada masyarakat.

baca juga: Penyelamatan Danau Maninjau, Pemerintah Prioritaskan Angkat Keramba Tak Bertuan

Rencana mengangkat keramba disampaikannya Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dalam Rapat Tindak Lanjut Permasalahan Keramba Jaring Apung (KJA) Danau maninjau, di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Kamis, 22 Agustus 2019.

"Dimulai September tahun ini dan diperkirakan selesai pada 2020," ungkap Nasrul Abit. Pada rapat tersebut juga melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

baca juga: Pemprov Sumbar Akan Kucurkan Rp 15 Miliar Supaya Nelayan Danau Maninjau Beralih dari Keramba

Menurutnya, pengurangan jumlah keramba sebagai upaya penyelamatan danau Maninjau yang sudah over kapasitas dari keramba. Saat ini diperkirakan berjumlah 17 ribu sedangkan daya tampung hanya 6 ribu keramba.

"Jumlah yang diangkat tentunya akan menyesuaikan dengan anggaran yang sudah disediakan oleh Pemkab Agam yakni 500 juta rupiah, dan untuk pelaksanaannya akan dibantu TNI" terangnya.

baca juga: Luhut : Revitalisasi Danau Maninjau Butuh 237 Miliar

Dilanjutkannya, saat ini pemerintah sedang mencarikan alternatif mata pencaharian lain bagi pemilik keramba perorangan. Hal tersebut sudah disampaikan ke pusat, dan LIPI siap membantu dengan melakukan pelatihan-pelatihan untuk sektor ekonomi lain.

"Jadi kita coba secara bertahap memberi peluang agar masyarakat tidak bergantung kepada keramba. Mereka beralih pada sektor lain yang bisa menopang perekonomiannya, tukas Nasrul Abit. (*)

baca juga: Jadi Narsum Workshop Penyelamatan Danau Prioritas Nasional, Indra Catri Paparkan Kondisi Danau Maninjau

Penulis: Joni Abdul Kasir