Kemenag akan Tambah Konsultan Ibadah Haji Perempuan

Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan
Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan (MCH2019)

KLIKPOSITIF -- Kementerian Agama akan menambah komposisi konsultan ibadah perempuan pada penyelenggaraan ibadah haji yang akan datang. Tahun ini, ada 25 konsultan ibadah haji di Daerah Kerja Mekkah dan hanya satu yang perempuan. 

Hal ini disampaikan Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan usai berdiskusi dengan petugas sektor tujuh di Misfalah dan sektor dua di Syisyah, Makkah. Menurutnya, proporsi konsultan ibadah haji perempuan akan disesuikan dengan kebutuhan di lapangan. 

baca juga: Segera Dilaksanakan, Peserta SKB CPNS Kemenag Bisa Pilih Lokasi Tes

"Kuota jemaah haji Indonesia mencapai 231ribu, kebanyakan kaum ibu. Maka, perlu menambah konsultan ibadah perempuan," terang M Nur Kholis Setiawan, Minggu (25/08), yang dikutip dari kemenag .go.id.

Keberadaan konsultan perempuan penting, lanjut M Nur Kholis, karena seringkali proses konsultasi tidak melulu dengan pendekatan teori fiqih semata. Banyak hal yang tidak terungkap jika proses konsultasi dengan kaum Adam,  utamnya yang terkait dengan masalah kewanitaan. 

baca juga: Kemenag Buka e-Learning Zakat dan Wakaf bagi 200 Penyuluh Agama Islam

"Ada perempuan yang perlu bimbingan untuk menbedakan darah haid dan penyakit atau istihadlah misalnya, ini akan lebih nyaman jika proses konsultasi dilakukan dengan konsultan perempuan. Jadi, sangat penting keberadaan konsultan ibadah dari perempuan," jelasnya. 

Memperkuat konsultan ibadah, lanjut Sekjen, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Bahwa ada tahun 2020, pemerintah berkomitmen untuk lebih meningkatkan kualitas fasilitasi layanan bimbingan ibadah untuk jemaah. "Saya kira layanan pendukung, baik akomodasi, transportasi, katering maupun perlindungan dan kesehatan  sudah sangat memadai. Ke depan, kualitas ibadah akan lebih difokuskan," tandasnya. 

baca juga: Isbat Awal Zulhijjah 1441H Digelar 21 Juli, Rukyat Hilal Dilakukan di 84 Lokasi

Selain konsultan ibadah haji perempuan, lanjut M Nur Kholis, keberadaan petugas pembimbingan ibadah lansia juga akan jadi perhatian untuk perbaikan ke depan.  Berdasarkan data Sistem Infornasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), komposisi sekitar 214ribu jemaah haji Indonesia yang reguler, terdiri dari 56% jemaah perempuan, dan 44% jemaah laki-laki. 

"Dari jumlah itu, sebanyak 73,5ribu berusia 51-60 tahun. Bahkan, 62,8ribu usianya di atas 61 tahun," tuturnya. 

baca juga: Menag Pastikan MTQ Nasional di Sumbar Digelar November dengan Protokol Kesehatan

Dari sisi pendidikan, sebanyak 70.2ribu hanya lulus SD. Sementara sebanyak 24,9ribu lulusan SMP. Jumlah jemaah yang lulus SLTA sebanyak 51,5ribu, diploma sebanyak 12,3ribu, sarjana sebanyak 45,2ribu, pascasarjana (S2) sebanyak 7ribu S2, dan 400ribu lulusan S3. Ada 1,2ribu yang tidak masuk semua kategori. 

"98,6% jemaah tahun ini belum berhaji, dan hanya 1,4% yang sudah berhaji," tandasnya. (*)

Penulis: Iwan R