Ini Kata Pengamat Hukum Terkait Insiden Sound System "Maut" di Padang Panjang

Insiden sound system rebah di Padang Panjang.
Insiden sound system rebah di Padang Panjang. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengamat hukum pidana di Kota Padang, Sahnan Sauri Siregar menilai insiden jatuhnya rangkaian sound system dan speaker di Lapangan GOR Khatib Sulaiman, Kota Padang Panjang , Sumatra Barat (Sumbar) yang merenggut satu nyawa dan empat korban luka-luka, pada Minggu (25/8) memiliki unsur pidana atau tidak, harus melewati proses yang cukup panjang.

"Sebuah kejadian, jika ada campur tangan manusia, maka jelas ada unsur pidananya. Tapi kalau kejadian tersebut karena bencana alam, maka tidak bisa dikatakan adanya unsur pidana," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF .com, Selasa 27 Aghstus 2019.

baca juga: Pemuda Sawahlunto Temukan Lokasi Lafaz Allah yang Viral Usai Tertangkap Citra Satelit

Ia mengatakan bahwa untuk penindakan tersebut, dirinya tidak bisa semerta-merta menyatakan adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut, pasalnya ia harus melihat sebab-akibat dari kejadian itu.

"Kalau untuk akibatnya kan sudah jelas, hilangnya nyawa seseorang dalam kejadian itu. Kalau untuk penyebabnya kita harus melihat hasil penyelidikan terlebih dahulu," lanjutnya.

baca juga: Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Batubara Masuk Jurang di Padang

Menurutnya, dalam hal penghilangan nyawa seseorang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

"Jika sebuah peristiwa itu mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, maka harus dilihat juga unsur kesengajaan atau tidaknya," sambunhnya.

baca juga: Polisi Sita Sepeda Motor dan Pakaian Pelaku Pelecehan Seksual yang Terekam CCTV di Padang

Untuk unsur kesengajaan, menurutnya diatur dalam pasal 338 hingga 340 KUHP, sementara untuk penghilangan nyawa seseorang secara tidak sengaja, diatur dalam pasal 359 KUHP.

"Untuk menentukan tindak pidana dalam kejadian itu, harus dilihat dulu apakah adanya bencana alam atau tidak dan apakah adanya kesengajaan atau tidak. Baru bisa ditentukan," lanjutnya.

baca juga: Polresta Padang Sebut Pelaku Pelecehan Seksual yang Terekam CCTV Seorang Pengemudi Ojol

Sebelumnya, Kapolsek Padang Panjang , AKP Yuhendri mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi karena peralatan sound system itu rangkaian dari panggung yang dipasang oleh even organizer.

"Kebetulan panggung dan beberapa peralatan sound system dipasang hari ini untuk acara besok. Nah para korban dari SDN 03 ini sedang melakukan geladi untuk tampil dalam acara pemecahan rekor muri," ujarnya saat dihubungi awak media.

Saat murid dan guru SDN 03 Guguk Malintang sedang melakukan geladi tiba-tiba salah satu sound system yang terpasang di samping panggung terjatuh dan menimpa korban.

"Satu orang meninggal dunia, sedangkan empat lainnya mengalami luka mulai dari kepala, kaki hingga tangan dan kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," jelasnya. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri