BNN Kabupaten Solok Bekuk Sopir Pengedar Sabu

Kepala BNN Kabupaten Solok Azizurrahman bersama Kasi Brantas AKP Joko Sunarno memberikan keterangan terkait penangkapan tersangka pengedar Sabu
Kepala BNN Kabupaten Solok Azizurrahman bersama Kasi Brantas AKP Joko Sunarno memberikan keterangan terkait penangkapan tersangka pengedar Sabu (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Solok menangkap seorang yang diduga kuat sebagai pengedar narkoba jenis Sabu, Sabtu (30/8) di kawasan Bukik Kili, Nagari Kotobaru, Kabupaten Solok - Sumbar.

Dari tangan tersangka berinisial D (41) warga Bukik Kili, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, petugas yang dipimpin langsung Kasi Brantas AKP Joko Winarno mengamankan 5 paket kecil sabu.

baca juga: Tolak Dinyatakan TMS, Iriadi : Tanding Jalan Kaki Dari Solok ke Padang Saya Sanggup

Kepala BNN Kabupaten Solok , Azizurrahman mengatakan, tersangka yang diketahui berprofesi sebagai sopir itu ditangkap saat tengah tidur di kediamannya.

"Dapat informasi, kita langsung lakukan pengintaian dan langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka yang saat itu tengah tidur di rumahnya," sebut Azizurrahman, Senin (2/9).

baca juga: KPU Kabupaten Solok Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada 2020

Dari hasil penggeledahan, petugas akhirnya menemukan paket sabu siap jual dalam sebuah kotak yang di simpan di meja rumah tersangka. Selain itu, petugas juga menemukan alat hisap, timbangan digital dan plastik klem.

"Kita juga menyita uang pecahan 50 ribu senilai 200 ribu yang diduga hasil penjualan sabu berikut handphone yang diduga digunakan tersangka untuk komunikasi transaksi," terang Azizurrahman.

baca juga: Gembong Narkoba Asal Tiongkok Kabur dari Tahanan dengan Gali Tanah, Anggota DPR: Tidak Masuk Akal

Kasi Brantas BNN Kabupaten Solok , AKP Joko Sunarno menjelaskan tersangka memang sebelumnya sudah menjadi target operasi BNN. Tersangka diketahui merupakan pengedar sabu di wilayah Solok.

"Pengakuan tersangka, Ia mendapatkan barang tersebut dari salah seorang yang diduga bandar sabu, kemudian langsung dipecah dan dijual dalam bentuk paket kecil," terang Joko.

baca juga: Pasangan Iriadi - Agus Syahdeman Ajukan Gugatan ke Bawaslu Kabupaten Solok

Tersangka yang hanya mengenyam pendidikan hingga bangku SD tersebut dijerat dengan pasal berlapis. Pasal 112 ayat 1, Pasal 114 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 UU Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman minimal 5 tahun Kurungan dan maksimal seumur hidup.

[Syafriadi]

Penulis: Iwan R