Antisipasi Berita Bohong, OPD Solsel Diminta Aktif di Medsos

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Solsel Firdaus Firman
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Solsel Firdaus Firman (Ist)

SOLSEL , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan ( Solsel ) mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) aktif di media sosial (medsos) sebagai upaya menangkal berita bohong dan sarana menyebarkan informasi tentang kebijakan dan program pemerintah.

"Maraknya status pengguna media sosial baik berupa berita bohong, provokasi, menghakimi atau fitnah yang menyudutkan pemerintah, harus cepat dijawab oleh OPD terkait, agar informasi tersebut bisa dikendalikan dan tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat," kata kata Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Solok Selatan , Amdani di Padang Aro, Rabu 4 September 2019.

baca juga: Ini Kata Paslon Bupati dan Wakil Bupati Solsel Tentang Nomor Urut Mereka

Dengan aktif di media sosial, setiap OPD dapat memanfaatkannya sebagai sarana menyebarkan informasi tentang kebijakan dan program pemerintah.

Era komunikasi sekarang katanya, sudah banyak berubah dan layanan informasi tidak lagi satu arah tetapi banyak kanal informasi yang bisa dimanfaatkan setiap orang baik untuk hal positif atau sebaliknya.

baca juga: Ini Nomor Urut Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Solsel pada Pilkada Serentak Tahun 2020

"OPD hendaknya juga memanfaatkan moment tersebut dengan membuat akun medsos dan menunjuk seorang staf sebagai operator, sehingga Informasi yang baik bisa disebarkan dan jika ada hoax cepat ditangkal," ujarnya.

"Kalau humas menjawab tentu hanya kulitnya saja, tetapi kalau OPD yang bersangkutan bisa lebih detil sesuai topik yang beredar tersebut," jelasnya.

baca juga: KPU Tetapkan Tiga Pasangan Calon di Pilkada Solsel

Pemerintah sudah membuka ruang bagi publik untuk mendapat informasi seluas-luasnya termasuk menerima layanan kritik dan saran.

"Kritik dan saran dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan untuk Solok Selatan yang lebih baik dan maju, tetapi kalau infonya menyesatkan tentu musti dijawab," ujarnya

baca juga: Kerja Harus Fokus! Pesan Terakhir Yulian Efi untuk ASN di Solsel

Secara tidak langsung katanya, pesan-pesan tersebut akan dapat meredam pemanfaatan medsos yang kurang bijak oleh penggunanya.

"Melalui medsos OPD bisa menyampaikan informasi terhadap layanan kedinasannya, menerima saran dan menjawab kritikan masyarakat dengan program dan data sehingga opini terhadap bahan kritikan tidak berkembang liar," ujarnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkab Solok Selatan Firdaus Firman menyebutkan secara tupoksi, bagian Humas dan Protokol terbatas pada pelayanan terhadap Kepala Daerah dan tidak menjangkau hingga ke OPD.

"Dalam penyebaran informasi maupun menangkal berita bohong Humas hanya bisa secara umum, namun secara rinci dan lebih tepat tentu OPD terkait," jelasnya.

Ia berharap dengan aktifnya setiap OPD di medsos segala informasi menyesatkan kedepannya akan bisa ditangkal.

"Biasanya yang menjawab postingan Netizen hanya Humas, sekarang jika ada postingan Netizen kan bisa dijawab oleh OPD yang bersangkutan," pungkasnya.

(Kaka)

 

Penulis: Rezka Delpiera