PIP Tolak Ganti Rugi Rp50 Ribu Permeter, Tol Padang-Pekanbaru Tetap Jalan

Tol Padang-Pekanbaru
Tol Padang-Pekanbaru (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Tol Padang-Pekanbaru tetap jalan walaupun ada tuntutan ganti rugi dari Padang Industri Park (PIP). PIP tidak terima nilai ganti rugi terlalu rendah.

Penhendri perwakilan PIP saat mengikuti sidang bersama pihak terkait di kantor gubernur Sumbar, Kamis (5/9) menyatakan keberatan dengan ganti rugi harga tanah PIP Rp50 ribu/meter.

baca juga: Irwan Prayitno : Tol Padang - Pekanbaru Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar

"Kami minta sesuai nilai jual objek pajak (NJOP) dengan nilai Rp335 ribu permeter," ujarnya.

Walaupun begitu, PIP tidak menghalangi pengerjaan tol yang pengerjaannya diresmikan Presiden Jokowi itu tetap lanjut dilahan PIP yang berada pada ruas 0 KM sampai KM 4,2.

baca juga: Masa Pandemi COVID-19, Pembangunan Tol Padang - Pekanbaru Tetap Lanjut

"Lahan PIP ada sekitar 4 hektare yang masuk dalam tol, pengerjaan silakan tetap lanjut tapi bagaimana nilai ganti rugi lahan kami bisa naik. Parahnya tanah masyarakat ada yang dihargai Rp27 ribu/meter," terangnya.

Kuasa hukum PIP Roni Saputra menyampaikan, pihak PIP tidak dilibatkan dalam proses penetapan harga. Mereka baru tahu setelah di pengadilan dan harga sangat rendah sekali.

baca juga: Tol Padang-Pekanbaru, WALHI Sumbar dan Masyarakat Ingin Audiensi dengan Bupati Limapuluh Kota

"Maka itu kami somasi pihak BPN, namun dalam diskusi bersama pihak terkait BPN tidak terlibat dalam penetapan harga, melainkan appraisal. Kami akan menyiapkan formula baru agar harga bisa berubah termasuk menuntut appraisal," jelasnya.

Dalam permasalahan ganti rugi lahan, ternyata tim appraisal tidak menetapkan sesuai keinginan masyarakat dan NJOP. Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengaku geram dengan tim appraisal dan pernah mengusir mereka dalam rapat pembahasan tol tersebut.

baca juga: 450 Meter Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang - Sicincin Sudah Berwujud Jalan Tol

"Memang tidak sesuai, saya juga tidak setuju dengan harga itu, sekarang mari kita cari langkah bagaimana hari bisa sesuai. Kami akan bantu masyarakat dan PIP dalam hal ini," tegasnya.

Sebelumnya tol Padang-Pekanbaru melewati empat kecamatan dan 14 nagari di Padang Pariaman. Tol Padang-Pekanbaru merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 58 Tahun 2017. Groundbreaking dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Februari 2018 dan ditargetkan selesai pada 2025.

Jalan tol itu akan dibangun sepanjang 244 Km. Pembangunannya dilakukan dalam tiga tahap. Tahap I menghubungkan Padang-Sicincin sepanjang 28 km. Tahap II menghubungkan Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 km. Tahap III menghubungkan Sicincin-Bangkinan sepanjang 189 km.

Pembangunan akan melibatkan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA). Termasuk pembiayaannya. Pembangunan jalan tol juga mengalami sedikit perubahan dengan ditambahnya terowongan untuk memangkas jarak.

Sekitar 30 km jalan tol termasuk terowongan yang ada akan menekan pinjaman JICA hingga Rp 9,5 triliun. Sementara total kebutuhan dana untuk menyelesaikan jalan tol Padang- Pekanbaru adalah Rp78,09 triliun.

Tol itu dinilai memiliki nilai strategis karena akan mempercepat akses dua provinsi dari awalnya 8-12 jam tergantung kecepatan kendaraan dan kondisi kemacetan jalan menjadi hanya 4 jam bahkan bisa kurang. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir