Hampir Semua Kehidupan di Bumi Musnah 2 Miliar Tahun Lalu, Ini Penyebabnya

ilustrasi atmosfer bumi
ilustrasi atmosfer bumi (net)

KLIKPOSITIF -- Kepunahan dinosaurus pada 65 juta tahun lalu merupakan salah satu kepunahan terbesar yang pernah terjadi di muka Bumi . Namun tunggu dulu, terdapat peristiwa dahsyat yang ternyata menghapus hampir semua kehidupan di Bumi .

Seperti yang telah diketahui, makhluk hidup membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Namun terlalu banyak oksigen justru pernah memusnahkan lebih dari 90 persen kehidupan di Bumi . Peneliti berhasil mengungkapkannya berkat sampel barit, batuan mineral yang berusia lebih dari 2 miliar tahun lalu.

baca juga: Ilmuwan China Bantu Arab Saudi Temukan Uranium untuk Bangun Senjata Nuklir

Batuan yang ditemukan di subarctic Belcher Islands, Kanada, memiliki kandungan kimia yang bisa mengungkapkan kondisi kehidupan 2 miliar tahun lalu. Malcolm Hodgskiss, seorang ilmuwan sekaligus kandidat profesor di Stanford University mengatakan bahwa kandungan kimia di batuan kuno bisa digunakan untuk mengungkapkan suasana kehidupan ketika batu itu pertama kali terbentuk.

Penelitian ini difokuskan pada sebuah fenomena yang disebut "Great Oxidation Event". Miliaran tahun lalu, hanya mikro-organisme yang dapat bertahan di Bumi . Ketika mereka berfotosintesis, mereka mengubah komposisi kimia atmosfer yang menciptakan sejumlah besar oksigen.

baca juga: NASA: Siklus Baru Matahari Telah Dimulai, Apa Dampak pada Bumi?

Akhirnya mereka tidak bisa bertahan karena "kekenyangan oksigen" melanda semua kehidupan yang ada. Dikutip dari CNN, ilmuwan memperkirakan bahwa 80 hingga 99,5 persen organisme mati pada akhir fenomena Great Oxidation Event.

"Ada terlalu banyak dari mereka, dan mereka menghasilkan terlalu banyak oksigen. Bahkan perkiraan kami, jumlah kehidupan yang terhapus melebihi kepunahan dinosaurus yang terjadi sekitar 65 juta tahun lalu," kata Hodgskiss.

baca juga: Inggris Kembalikan 3 Patung ke India Setelah Dicuri 40 Tahun Lalu

Ilmuwan itu menjelaskan bahwa penelitiannya masih relevan dengan kondisi planet hari ini. Itu karena saat ini Bumi masih rentan terhadap perubahan atmosfer. Lautan yang memanas dapat mengganggu ekosistem bawah laut yang juga mengancam fotosintesis organisme di dalamnya.

Seperti yang telah diketahui, fotosinstesis organisme laut seperti fitoplankton menyumbang lebih dari 50 persen oksigen di atmosfer Bumi . Penelitian mengenai terhapusnya kehidupan di Bumi pada 2 miliar tahun lalu sangat berguna agar ilmuwan tetap memperhatikan perubahan atmosfer untuk keberlangsungan masa depan. (*)

baca juga: Peneliti Sebut Kombinasi Obat Ini Ampuh Pulihkan Pasien COVID-19

sumber: HiTekno

Penulis: Agusmanto