Dosen UMMY Perkenalkan Petani Solok Budidaya Bawang Merah Bersertifikat

Tim dosen UMMY Solok panen bawang hasil pembinaan bersama kelompok tani mitra.
Tim dosen UMMY Solok panen bawang hasil pembinaan bersama kelompok tani mitra. (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Mendorong pengembangan varietas bawang merah di Kabupaten Solok , Dosen UMMY Solok bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) Sukarami memperkenalkan budidaya tanaman bawang bersertifikat (S3).

Baru-baru ini, implementasi budidaya tanaman bawang merah bersertifikat tersebut dilakukan di sejumlah kelompok tani mitra di kawasan Bukik Sileh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok .

baca juga: Bertambah 8 Orang, Positif COVID-19 di Kota Solok Capai 106 Kasus

Tim pengabdian dalam program kemitraan masyarakat tersebut diketuai oleh dosen senior yang juga ketua jurusan budidaya pertanian, Dra. H. Helti Andraini,  M.si dan didampingi Dara Surtina, S.Pt, MP dan Harissatria, S.Pt, MP.

Menurut salah satu tim dosen UMMY Solok, Haris Satria, pembinaan kelompok tani mitra diawali dari proses pengolahan tanah, pemupukan, penyiangan, pengendalian penyakit, pemanenan, dan teknologi pasca panen.

baca juga: Tipu Korban Rp106 Juta, Wakapolda Gadungan Dibekuk Polisi Solok

"Dengan teknik budidaya yang tepat, ditambah bibit bawang bersertifikat akan memacu produksi tanaman bawang yang dibudidayakan oleh petani," sebut Haris Satria, Minggu 8 September 2019.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen UMMY Solok juga merupakan kegiatan kerjasama yang didanai langsung oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Stimulus.

baca juga: Mobilisasi Penduduk Picu Penurunan Daftar Pemilih di Pilkada Solok 2020

Alih teknologi budidaya tanaman bawang yang dilakukan dosen UMMY Solok dan pihak BPTP Sukarami setidaknya membuka cakrawala petani untuk lebih terpacu meningkatkan produksi bawang yang lebih berkualitas.

Masyarakat berharap, dengan adanya bimbingan tentang teknik budidaya yang diberikan kalangan akademisi dapat menjadi jawaban atas berbagai persoalan budidaya komoditas bawang yang ada di kabupaten Solok.

baca juga: 66 Pasien COVID-19 Kota Solok Sembuh

Tim pengabdian masyarakat UMMY Solok telah banyak melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan topik yang berbeda dan lokasi yang berbeda di berbagai kawasan kabupaten solok pada tahun sebelumnya.

Pasca pengabdian masyarakat tersebut, tim dosen UMMY juga bakal mengikuti Seminar Internasional 7th International Conference on Sustainable Agriculture, Food and Energy pada 18-21 Oktober 2019 di Phuket Thailand.

"Keikutsertaan kita (Dosen UMMY) dalam seminar internasional tersebut merupakan luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat dan pelaksanaan tri darma perguruan tinggi,"

Sebelumnya, tim dari pengabdian Fakultas pertanian ummy juga telah mengikuti Seminar Internasional pertanian dan peternakan di Filipina dan Korea Selatan," tutupnya.

Sementara itu, Rektor UMMY Solok, Prof. Syahro Ali Akbar berharap dengan kontribusi dosen UMMY dalam pengabdian masyarakat dan ikut dalam ajang ilmiah nasional dan internasional membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

"Hal ini menggambarkan kualitas dosen kita, semoga bisa menjadi rujukan bagi  masyarakat untuk bekerjasama dengan dosen fakultas pertanian untuk memajukan bidang pertanian, peternakan dimasa mendatang," sebut Syahro Ali Akbar.

(Syafriadi) 

Penulis: Rezka Delpiera