Unjukrasa Hari Kedua, Mahasiswa UIN IB Minta Hal Ini

Mahasiswa UIN IB Padang gelar aksi unjukrasa
Mahasiswa UIN IB Padang gelar aksi unjukrasa (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Hari kedua aksi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang meminta agar rektor mengundurkan diri.

Hal tersebut mereka sampaikan melalui tulisan yang dibuat di spanduk yang diletakkan di depan gedung rektorat tempat berkumpulnya.

baca juga: Nadiem Mengaku Jadi Menteri Membuat Frustasi

Pantauan KLIKPOSITIF .com, mahasiswa melakukan aksinya di kampus tersebut berkumpul disekitar Gedung Rektorat sejak pukul 09.00 WIB dan sebelumnya mereka melakukan aksi di lapangan parkir.

"Turunkan rektor," begitulah yang ditulis pada spanduk berukuran 3X4 merer yang diletakkan di depan Gedung Rektorat.

baca juga: Semen Padang Schools, Sekolah dengan Segudang Prestasi dan Pencetak Siswa Berkualitas

Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu dilakukan dengan pemblokiran jalan dan melakukan aksi untuk mengumpulkan mahasiswa lainnya.

Mahasiswa yang melakukan perkuliahan di dalam kelas pun diminta keluar oleh sebagian mahasiswa yang melakukan demo.

baca juga: Di Tengah Pandemi, Pemkab Pessel Dapat Kucuran APBN Rp30 Miliar Untuk Air Bersih dan Sekolah

"Tadi ada yang sedang kuliah di Fakultas Adab dan diminta keluar oleh penggerak aksi," ujar seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa masih melakukan aksi di depan gedung rektorat dan belum ada pihak kampus yang menemui mahasiswa.

baca juga: Alasan Keselamatan, Belajar Tatap Muka di Lima Puluh Kota Diundur

Sebelumnya pada Selasa 10 September 2019, mahasiswa UIN IB juga melakukan aksi atas tuntutan terkait transparansi keuangan kampus dan pembayaran UKT serta fasilitas kampus .

Sebelumnya, Kemarin (Selasa, 10/9) diberitakan Koordinator Lapangan aksi, Muhammad Jalaludin, aksi tersebut  meminta transparansi keuangan kampus , karena selama ini kami membayar UKT dan kampus juga mendapatkan dana dari negara, tetapi selama ini kami tidak mengetahuinya.

Ia mengatakan, pihak kampus tidak transparan dalam hal keuangan kampus , sementara gedung kuliah dan fasilitas dirasakan tidak berkembang.

"Kami menuntut seluruh fasilitas yang ada agar diperbaiki. Tidak hanya gedung rektorat, tapi ruang-ruang kuliah kami harus diperbaiki secepatnya," lanjutnya.

Menurutnya, fasilitas kampus seperti ruangan dan kursi sangat tidak memadai, ditambah lagi tidak adanya AC untuk pendingin ruangan.

"Tidak hanya ruangan dan bangku, toilet kampus juga tidak dibenahi aehingga sangat bau," lanjutnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus menuntut hak mahasiswa hingga tuntutannya dipenuhi oleh pihak rektorat.

"Kami akan terus menuntut, paling tidak hingga adanya janji tertulis dari pihak rektorat," tutupnya.

[Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri