Terpapar Kabut Asap Kiriman, DLH Sumbar: Kualitas Udara Menurun

Kondisi terkini di Kota Padang, perbukitan di Kota itu tidak terlihat lagi akibat kabut asap
Kondisi terkini di Kota Padang, perbukitan di Kota itu tidak terlihat lagi akibat kabut asap (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kabaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dan Jambi mulai berdampak kepada kualitas udara di Sumatera Barat (Sumbar).

Data hasil dari pengukuran udara Alat AQMS (Air Quality Monitoring System) yang dipasang di kantor gubernur menunjukkan terjadinya penurunan kualitas udara hari ini (12/9) dibandingkan kemarin.

baca juga: Tanah Datar Masih Diselimuti Kabut Asap, Pemkab Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara Kota Padang pagi ini (pukul 07.40 WIB) untuk parameter Hidro karbon (HC) diatas standar ambang batas yang ditetapkan PP 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yaitu 184 ug/m3 dimana ambang batasnya untuk hydro Carbon (HC) adalah 160 ug/m3.

Paramater lain masih dibawah ambang batas (150 ug/m3) tetapi kecenderungan kualitasnya menurun dibandingkan kondisi sebelumnya seperti parameter debu (PM 10) pada pengukuran tanggal 11 Sept 2019, kondisinya rata-rata adalah 34 ug/m3 dan maksimal 121 ug/m3.

baca juga: Cegah ISPA, Dinkes Pessel Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Kondisi itu lebih jelek dibandingkan tanggal 10 September dan tanggal 9 September maupun sebelumnya yang rata-rata nya berkisar 25 ug/m3 dan nilai maksimal tidak mencapai melebihi nilai 100 ug/m3.

Kadis DLH Sumbar Siti Aisyah mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terkait kualitas udara tersebut.

baca juga: Dampak Kabut Asap, Ribuan Balita di Pessel Terjangkit ISPA

Apabila kualitas udara menurun maka akan diterbitkan himbauan kepada kabupaten dan kota agar masyarakat terutama anak-anak agar mengurangi aktifitas di luar kantor atau sekolah. Namun melihat kondisi saat ini hal tersebut masih belum diperlukan.

"Kalau keluar rumah diimbau agar menggunakan masker," ujarnya.

baca juga: Kabut Asap Semakin Pekat, Empat Daerah di Sumbar Liburkan Siswa

Dilanjutkannya, mengingat alat AQMS hanya terpasang di kota padang, DLH Sumbar sudah berkoordinasi dengan kabupaten yang berada di perbatasan.

"Kami sudah minta Dhamasraya dan Limapuluh Kota menurunkan tim melakukan pengukuran manual menggunakan peralatan portable yang mereka miliki atau menggunakan jasa laboratorium," tukasnya.

Pantauan KLIKPOSITIF di Kota Padang, intensitas kabut asap terus meningkat, bahkan perbukitan yang biasanya terlihat sekarang tidak tampak lagi kerena tertutup kabut asap . (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir