Proyek Trans Mentawai Kunci Perluasan Jaringan Listrik di Mentawai

Mentri PPN Bambang Bodjonegoro saat mengungjungi Pembangkit listrik tenaga biomassa di Saliguma, Selasa (17/9)
Mentri PPN Bambang Bodjonegoro saat mengungjungi Pembangkit listrik tenaga biomassa di Saliguma, Selasa (17/9) (KLIKPOSITIF/Khadijah)

SIBERUT, KLIKPOSITIF - Proyek Trans Mentawai menjadi kunci perluasan jaringan listrik di Mentawai yang saat ini rasio eletrifikasi di daerah tersebut baru mencapai 51 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto dalam kegiatan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) energi bambu untuk 3 desa di Kepulauan Siberut yakni Saliguma, Madobag dan Mototonan pada Selasa, 17 September 2019.

baca juga: PLN Sumbar Gelar Webinar Program Super Merdeka Bersama Pelaku UMKM/IKM

" PLN memiliki tantangan untuk melistriki pulau-pulau yang masih masuk dalam kategori 3 T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang tidak pernah ada habisnya, terutama Mentawai dan provinsi lain yang juga terdiri dari banyak pulau contohnya Kepulauan Riau," kata Wiluyo.

Sistem kelistrikan di Pulau Mentawai saat ini memiliki daya terpasang sebesar 10,1 Megawatt, kemudian daya mampu PLN Mentawai 6,95 Megawatt dan beban puncaknya 3,08 Megawatt. Artinya Mentawai memiliki resource margin sebesar 3,87 Megawatt. 

baca juga: Terus Kenalkan Electrifying Lifestyle ke Masyarakat, Dua Molis Dipajang di Kantor PLN Sumbar

Untuk kehadiran PLTBm baru meningkatkan rasio elektrifikasi di Mentawai sebanyak 5,5 persen dari jumlah sebelumnya yakni 46 persen.  Aliran listrik dari proyek energi baru terbarukan itu mengaliri 3 desa Kabupaten Mentawai  dengan total kapasitas 700 KW dan melistriki 1.233 pelanggan baru.

"PLTBm ini diharapkan dapat menambah keandalan bagi pasokan listrik yang ada di Mentawai ,"katanya.

baca juga: Pencari Kerja Diminta Waspada Terhadap Penipuan Rekrutmen Mengatasnamakan PLN

Ia mengungkapkan harapan Bupati Mentawai pada 2020 rasio eletrifikasi di Mentawai diusahakan dapat mencapai 100 persen. Namun saat ini beberapa kendala yang sedikit banyaknya memperlambat terwujudnya interkoneksi tersebut yaitu permasalahan insfrastruktur jalan yang belum ada.

PLN mengharapkan bantuan dari Pemkab Mentawai dan Pemprov Sumbar untuk segera menyelesaikan pembangunan jalan di Kepulauan Mentawai sehingga PLN dapat menempatkan fasilitas untuk jaringan distribusi listrik yang ada di pinggir jalan.

baca juga: SPBP Kembali Diaktifkan, Polda Sumbar Dapat Armada Pengangkut Sampah Baru dari PLN

"Kenapa di pinggir jalan? Karena untuk memudahkan dan mengamankan jaringan distribusi PLN dari gangguan pohon dan binatang," katanya.

Di sisi lain, GM PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar Bambang Dwiyanto mengatakan PLN akan terus berusaha meningkatkan rasio eletrifikasi yang ada di Kepulauan Mentawai . Sehingga nanti seluruh masyarakat Mentawai dapat menikmati aliran listrik . Namun belum dapat dipastikan untuk mewujudkan hal itu PLN tetap menggunakan PLTBm atau menggunakan jenis energi terbarukan lainnya.

"Kita lihat kondisi dulu apakah infrastrukturnya sudah memadai sehingga memudahkan PLN dalam menyalurkan listrik ke daerah lain di Kabupaten Mentawai .

Untuk saat ini, masyarakat di Pulau Siberut yang menggunakan PLTBm bisa membeli token atau pulsa listrik di kantor pelayanan atau di tempat pembelian token yang sudah ditentukan.

Selain itu, untuk kelancaran akses komunikasi sebagai faktor utama penyebaran listrik , PT ICON+ (anak perusahaan PT PLN (Persero) juga menyambung internet di Desa Saliguma.

Program Internet Pedesaan yang diberi nama Ides Cafe tersebut merupakan langkah awal menuju internet rakyat yang diharapkan dapat meningkatkan rasio internetisasi dan konektivitas di daerah 3T yang belum terjangkau oleh jaringan internet.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menanggapi permintaan PLN terhadap infrastruktur terutama jalan di Kabupaten Mentawai untuk menyebarkan aliran listrik ke seluruh daerah di Kabupaten Kepulauan Mentawai .

"Minggu lalu saya bertemu dengan Deputi III Kemenko Maritim. Kami membawa usulan Kabupaten Mentawai dan Alhamdulillah jalan Trans Mentawai yang sebeleh timur dibuka 29 Kilometer lagi oleh Bakti TNI yang berasal dari APBN, Balai PU Provinsi/Balai Bina Marga," kata Wagub.

Ia juga mengusulkan bahwa kawasan barat atau lintas barat kepulauan Mentawai 187 kilometer untuk dibuka sehingga ada nanti desa yang terletak di daerah pedalaman bisa keluar. Setelah ada jalan poros ini, maka rencananya akan dibuka jalan-jalan yang saling terhubung sehingga dari satu desa ke desa lainnya dapat lebih mudah diakses dan sesuai dengan keinginan PLN guna menyebarkan dengan lebih luas aliran listrik di Mentawai .

"Kemajuan ekonomi masyarakat Mentawai tergantung dengan adanya aliran listrik yang dibangun oleh PLN ," katanya.

Pemprov Sumbar akan terus mengawal pembangunan Trans Mentawai yang telah dikerjakan secara bertahap tersebut agar cepat selesai. Sehingga PLN juga dapat membangun jaringan aliran listrik pada jalan-jalan yang telah selesai dikerjakan di daerah Kabupaten Mentawai .

Pemerintah Pusat melalui Kepala Bappenas Bambang Bodjonegoro siap untuk mendukung penyelesaian Trans Mentawai agar daerah tersebut dapat segera keluar dari 3T.

"Kita juga mendorong Mentawai jadi wisata kelas dunia. Namun untuk mewujudkan itu tentu harus didukung oleh infrastruktur seperti listrik yang memadai, pelabuhan, bandara hingga akses jalan yang mudah dari suatu wilayah ke wilayah lainnya di Kepulauan Mentawai ," tuturnya.

Selain itu, dirinya telah memprioritaskan pembangunan mentawai agar keluar dari ketertinggalan pada 2024 dengan memasukan mentawai kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).(*)

Penulis: Khadijah