Ini Langkah Lion Air Perihal Bocornya Data Penumpang

Ilustrasi
Ilustrasi (Ist)

KLIKPOSITIF -- Lion Air Group menjelaskan hingga saat ini masih berkoordinasi dan kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia serta berbagai pihak terkait dalam rangka proses penyelidikan.

Selain itu, Lion Air Group berkoordinasi dengan vendor sebagai mitra kerjasama sesuai perjanjian, dan dinyatakan data penumpang aman.

baca juga: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Indonesia Gunakan Metode Farmakologi, Apa Itu?

"Sehubungan dengan data penumpang di Indonesia sampai sekarang adalah aman. Jika ada bukti mengenai kebocoran data, maka akan segera dilakukan langkah-langkah sesuai ketentuan," tulis Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic, melalui keterangan persnya yang diterima KLIKPOSITIF .com

Ia menambahkan, Lion Air Group sudah melaporkan atas kejadian dimaksud ke pihak berwajib menurut masing-masing negara yakni Lion Air (kode penerbangan JT), Batik Air (kode penerbangan ID) dan Wings Air (kode penerbangan IW) di Indonesia; Malindo Air (kode penerbangan OD) di Malaysia dan Thai Lion Air (kode penerbangan SL) di Thailand.

baca juga: Kasus Kembali Bermunculan, Zona Hijau COVID-19 di Sumbar Tinggal Empat Daerah

"Operator Lion Air Group di Indonesia telah melakukan tindakan tepat dan cepat menurut Peraturan No. 20 tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik (Peraturan Perlindungan Data), dalam rangka memastikan bahwa data para tamu tidak terganggu," jelasnya.

" Lion Air Group menginformasikan bahwa tidak menyimpan secara detail mengenai pembayaran dari tamu atau penumpang ke dalam server. Lion Group tidak mempunyai data-data terkait yang berhubungan pembayaran penumpang. Data yang tersebar bukan data pembayaran (finansial) dari penumpang," tegasnya

baca juga: Menperin Khawatir Virus Baru Akan Muncul dan Lebih Mematikan dari COVID-19

Lion Air Group terus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan data.

Lion Air Group menghimbau, dalam upaya pencegahan lebih awal (tindakan preventif) dalam lebih menjamin tingkat keamanan, kepada seluruh tamu atau penumpang yang memiliki akun miles untuk segera mengubah kata sandi (to change their passwords) jika kata sandi digunakan sama pada layanan yang lain secara online. (*)

baca juga: Ada Dana POP, Kemendikbud Diminta Subsidi Pendidikan Jarak Jauh

Penulis: Eko Fajri