Menjawab Keraguan Keislaman Jokowi

Jokowi di Sumbar
Jokowi di Sumbar (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Banyak yang mempertanyakan keislaman Jokowi . Apalagi menjelang Pilpres 2019, isu ini digoreng oleh sebagian orang yang memiliki kepentingan.

Menjawab pertanyaan itu, pasca Pilpres Kesatuan Masyarakat Madani Indonesia (KMMI) meluncurkan buku tentang keislaman Jokowi . Buku berisi 164 halaman itu ditulis Dr. Sri Yunanto.

baca juga: Jelang Pilkada Serentak, Jokowi: Jangan Malah Menimbulkan Klaster Baru COVID-19

"Judulnya Keislaman Jokowi ," kata Ketua Umum KMMI, Ir H Chairum Rahmi, beberapa hari lalu di Padang.

Dijelaskannya, peluncuran pasca Pilpres karena pihaknya tidak mau memperkeruh suasana saat itu. Menurutnya, Jokowi adalah seorang muslim biasa yang terpilih sebagai presiden.

baca juga: Presiden Ingin Libatkan Ibu-ibu PKK Sosialiasi Protokol Kesehatan ke Masyarakat

"Semoga buku ini bisa menjawab keresahan masyarakat atas berbagai isu yang menyangkut keislaman Bapak Presiden Ir H Joko Widodo," katanya.

Karena banyak pihak yang meminta untuk diadakan roadshow, KMMI berencana akan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah untuk memenuhi permintaan tersebut. Seperti ke daerah Lampung, Medan, Madura, Bogor dan yang lainnya.

baca juga: Telepon Raja Salman, Jokowi Apresiasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Tengah Pandemi

"Khusus di Sumatera Barat, KMMI membagikan sebanyak 300 buku untuk beberapa pihak dan saat ini belum tersedia untuk dijual," sambung dia.

Sementara itu, penulis buku "Keislaman Jokowi ", Dr Sri Yunanto MSi mengaku, menulis buku tersebut berangkat dari keraguan relawan Jokowi  terhadap isu yang beredar terkait keislamannya.

baca juga: Gubernur Sebut 700 Miliar Perputaran Uang Jual Beli Hewan Kurban di Sumbar

"Saya sebagai akademisi juga sempat ragu, dan saya dulu bukan pendukung Jokowi . Tapi setelah saya telaah dan lakukan penelitian, ternyata dugaan dan isu yang berkembang selama ini salah," ungkap dia.

Melalui riset yang dilakukan Sri Yunanto, membuktikan Jokowi terlahir dan besar dari keluarga muslim. Sebagaimana muslim lainnya, Jokowi juga melakukan puasa, sedekah, kurban, salat lima waktu, dan bahkan puasa senin, kamis.

Contoh lainnya, Jokowi melakukan haji pada 2003, jauh sebelum beliau mencalonkan diri sebagai gubernur apalagi presiden.

Ia menjelaskan, dengan buku itu bisa menjadi sarana pembuktian tentang persepsi masyarakat yang salah terhadap keislaman Presiden Jokowi , agar ke depan juga tidak ada lagi perdebatan tentang keislaman Jokowi . (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir