Menag Minta Sosialisasi Isthithaah Kesehatan Jemaah Lebih Masif

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Kemenag)

KLIKPOSITIF -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hadir pada Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Kesehatan Haji 1440H/2019M, di Jakarta.

Menag menilai, persoalan isthithaah kesehatan dalam ibadah haji harus menjadi perhatian bersama. Tantangannya adalah mensosialisasikan hal ini kepada jemaah.

baca juga: Resmikan Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi, Ini Alasan Pemerintah UAE

"Isthithaah kesehatan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Tentu selain isthithaah materi dan kesempatan," ungkap Menag di Jakarta.

Menag menjelaskan, haji adalah ibadah dalam rangkaian. Tidak ada rangkaian ibadah yang lebih panjang dari ibadah haji. Dari sisi waktu, memakan waktu yang lama. Dari sisi kesehatan, diperlukan kesiapan fisik yang cukup.

baca juga: Polda Metro: Polisi Tak Segan Represif Terhadap Perusuh Saat Demo Setahun Jokowi

Thawaf, misalnya, jika padat dan mengambil putaran terluar, jaraknya menjadi 3,5 Km. Sa'i, mempunyai jarak tempuh 3,15Km.

Perjalanan Mina - Jamarat berjarak 6 Km pulang pergi dari titik tenda misi haji. Jarak tempuh tersebut bisa menjadi 12Km untuk titik terjauh seperti jemaah yang berada di Mina Jadid.

baca juga: Ribuan Aparat Gabungan TNI-Polri Diturunkan Jaga Demo Setahun Jokowi-Maruf, Ini Rekayasa Lalulintas Disekitar Istana

"Di sinilah pentingnya memiliki kesehatan fisik bagi jemaah," kata Menag.

Oleh karenanya, Menag berharap, pelayanan kesehatan kepada jemaah haji yg dilakukan sejak di Tanah Air dilakukan lebih masif. Selain itu, Menag juga berharap, tolok ukur jemaah haji dapat dikatakan isthithaah secara kesehatan terus disosialisasikan.

baca juga: Jumlah Rakyat Miskin Bertambah, DPR Minta Pemerintah Fokus pada UMKM

"Sehingga publik dapat informasi lebih komprehensif," harap Menag.

Tidak luput, Menag menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh petugas haji dalam bidang kesehatan atas komitmen dan dedikasinya terhadap jemaah haji. "Semoga tahun depan pelayanan haji kita akan terus semakin baik," tandas Menag.

Hadir Menteri Kesehatan Nila Faried Moeloek, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, serta pejabat eselon I dan II Kementerian Kesehatan. (*)

Penulis: Eko Fajri