Indonesia Dukung Kredibilitas dan Relevansi PBB Melalui UN70

Seorang anak berpidato pada peringatan Hari Internasional untuk Kesadaran Tambang di Juba, Sudan Selatan
Seorang anak berpidato pada peringatan Hari Internasional untuk Kesadaran Tambang di Juba, Sudan Selatan (http://www.unmultimedia.org/)


KLIKPOSITIF - Indonesia mendukung reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ) melalui partisipasi pada pertemuan inisiatif UN70 yang berlangsung di Addis Ababa.

Delegasi RI yang terdiri dari Wakil Direktorat Jenderal Multilateral dan Perwakilan Tetap RI di New York berpartisipasi pada pertemuan "UN70: Setting the Agenda for the New Secretary-General" di Addis Ababa, Ethiopia.

baca juga: Jokowi: Inklusivitas Prioritas Utama Kepemimpinan Indonesia pada G20

UN70 merupakan inisiatif lintas kawasan yang digagas oleh Menteri Luar Negeri Norwegia dan beranggotakan delapan negara, yaitu Norwegia, Indonesia , Selandia Baru, Yordania, Ghana, Ethiopia, Meksiko, dan Kolombia.

Inisiatif tersebut diluncurkan untuk mengevaluasi berbagai capaian dan tantangan yang dihadapi oleh PBB selama 70 tahun terakhir, serta menyiapkan proposal yang memuat sejumlah rekomendasi pembenahan dan penguatan reformasi PBB .

baca juga: Indonesia Ingin Bangun Training Camp Untuk Atlet Difabel

Proposal itu rencananya akan disampaikan oleh kelompok UN70 kepada Sekretaris Jenderal yang baru pada akhir tahun 2016.

Pertemuan di Addis Ababa tersebut bertujuan menyepakati sejumlah pesan dan rekomendasi kunci berkaitan dengan isu-isu reformasi PBB , yang akan menjadi prioritas untuk disampaikan oleh kelompok.

baca juga: Terkait Hal Ini, Universitas Al-Azhar Kairo Setujui Permohonan Indonesia

Pertemuan itu juga untuk mempersiapkan pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri negara partner UN70 di Oslo, Norwegia pada 22 Juni 2016.

Dalam kesempatan tersebut, Delegasi RI telah menegaskan pentingnya Sekjen PBB mendatang menjaga dan memperkuat kredibilitas dan relevansi PBB dalam menyikapi berbagai tantangan baru di bidang pembangunan, keamanan dan perdamaian internasional, dan HAM yang semakin kompleks di masa depan.

baca juga: Indonesia Akhiri Kerja Sama REDD+ dengan Norwegia, Ini Alasannya

Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya menggalang dukungan dari negara anggota PBB lainnya terhadap berbagai proposal kelompok UN70.

[Ant]

Penulis: Fitria Marlina