DP3AKB Pariaman: Desa Pemegang Tombak Pembangunan Bangsa

()

KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman Nazifah, mengatakan Program Kampung KB merupakan suatu bentuk pengejawantahan dari nawa cita yang merupakan cita-cita pembangunan bangsa, khususnya pada cita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggir dan cita kelima meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

"Oleh karena itu stigma yang telah lama berkembang mengatakan bahwa Desa adalah ujung tombak pembangunan, harus di ubah sekarang juga menjadi desa adalah si pemegang tombak pembangunan bangsa. Apalagi saat ini dalam melakukan pembangunan setiap desa telah didukung oleh anggaran dana desa." ujarnya Kamis 3 Oktober 2019, dalam kegiatan forum musyawarah Kampung Keluarga Berencana (KB), Kamis (3/10).

baca juga: Kadis Kesehatan Pemko Pariaman Positif COVID-19

Dia juga menjelaskan, maka yakinlah bahwa program ini dapat mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, jangan hanya sampai pada tahap pembentukan dan pencanangan saja.

"Selama ini banyak program pada saat pencanangan serta berbagai pihak menyampaikan dukungan dan partisipasi, baik atas nama individu, kelompok masyarakat, pihak korporasi maupun Instansi pemerintah terkait. Namun, setelah itu tidak ada tindakan nyata dan kontribusi terhadap kegiatan yang dilaksanakan, akhirnya Program tersebut sekedar tinggal papan nama," ulas Nazifah.

baca juga: Sehari Usai Pelantikan, Sekda Pariaman ini Langsung Rapat dengan OPD Bahas 3 Poin Penting

Nazifah menambahkan, ada lima faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan program Kampung KB ini, pertama komitmen yang kuat dari para pemangku kebijakan di semua tingkatan wilayah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa dan Kelurahan.

Kedua Intensitas opini publik tentang program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) beserta integrasinya dengan lintas sektor. Ketiga, optimalisasi fasilitasi dan dukungan mitra kerja/stakeholders, keempat semangat dan dedikasi para pengelola program di seluruh tingkatan wilayah,Kelima Partisipasi aktif masyarakat.

baca juga: Pemko Pariaman Jamin Kebutuhan 3 Anak Azwardi yang Menderita Kerapuhan Tulang

Sementara itu Kepala Bidang Dalduk/KB, Eva Yulia Delwita menyampaikan bahwa semenjak berlakunya Undang Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Program Keluarga Berencana tidak lagi sebatas Pengaturan jumlah anak atau pemasangan alat kontrasepsi.

Akan tetapi Program ini telah sampai ke ranah pembangunan Kesejahteraan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

baca juga: Tren Pelanggaran Perda AKB di Pariaman Meningkat

"Hal tersebut ditandai dengan diperluasnya cakupan dari Program Keluarga Berencana Nasional menjadi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)," Eva Yulia.

Sejak tahun 2016 lalu, kata dia, salah satu program inovasi yang dimunculkan adalah program Kampung Keluarga Berencana (KB). Menurut dia untuk bukti keseriusan Pemerintah mengembangkan Program ini terlihat dari pidato yang disampaikan oleh Presiden Jokowi saat pencanangan Kampung KB secara Nasional.

"Saat itu Presiden menyampaikan bahwa pentingnya Program KB digalakkan lagi karena sekarang persaingan antar negara sangat ketat sekali. Saling bersaing dari berbagai lini terutama pada sektor ekonomi karena semua Negara ingin rakyatnya sejahtera. Karena itu semua persoalan yang akan menghambat harus segera diselesaikan. Salah satu persoalan yang tidak boleh dianggap remeh adalah persoalan Ke pendudukan," jelas dia. (Rehasa)

Penulis: Eko Fajri