Ini Ternyata Penyebab Tabrakan Truk Ekspedisi dan Truk CPO di Panorama II

Truk tangki CPO yang bertabrakan dengan truk ekspedisi di Panorama 2 tampak ringsek
Truk tangki CPO yang bertabrakan dengan truk ekspedisi di Panorama 2 tampak ringsek (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tabrakan yang terjadi antara truk ekspedisi bermuatan furniture dengan truk Crude Palm Oil (CPO) di Panorama II Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubukkilangan ternyata berawal karena mesin salah satu truk mati. Kemudian, truk meluncur hingga menabrak truk lainnya dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Sopir truk ekspedisi, Jumeno (64) kepada KLIKPOSITIF mengakui truk yang dikendarainya itu mati saat meluncur di daerah yang dikenal dengan Kelok 'S' tersebut. Saat menginjak rem malah tidak berfungsi dan laju truk malah bertambah kencang, kemudian menghantam truk CPO yang sedang menanjak.

baca juga: Begini Kronologi Runtuhnya Tambang Emas Ilegal di Solsel

"Saat saya coba menginjak rem, tapi truk yang saya kendarai itu sudah tidak sanggup lagi menahan dan mesinnya mati, otomatis rem sudah tidak berfungsi lagi," katanya.

Sadar bahwa rem truk tersebut sudah tidak berfungsi, dia langsung mencari tempat untuk menabrakkan truk agar bisa dihentikan. "Namun, saya akan membanting stir, truk CPO itu datang dari bawah dan kemudian tertabrak," katanya.

baca juga: Avanza Tabrak 4 Warga di Kapeh Panji Agam, Satu Orang Meninggal

Sementara, salah seorang saksi mata di lokasi, Romi Wandika Rio menyebut, kalau truk ekspedisi itu melaju dengan kecepatan tinggi saat meluncur dari arah Solok. "Kalau truk tangki CPO tidak kencang, karena dia menanjak," ucap pria yang berjualan sekitar 100 meter dari lokasi tersebut.

Menurutnya, usai bertabrakan tangki CPO itu tidak meluncur ke dalam jurang, tapi dalam kondisi berguling. Kata Rio, truk dan mobil memang sering masuk ke dalam jurang sedalam lebih kurang 30 meter itu. "Saya mendengar suara yang sangat keras saat terjadi tabrakan itu dan kami dari kedai ini langsung berhamburan melihat kejadian itu," lanjutnya.

baca juga: Colt Diesel Tersangkut di Bawah Jembatan Layang Padang Panjang

Terpisah, Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Hamidi mengatakan, bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut. Ada dua orang korban meninggal yakni, Defina (30) dan Musikri (8) yang merupakan istri dan anak dari Roni Adam (35), sopir truk CPO.

"Kedua korban mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi. Sementara, Roni dan Jumeno hanya mengalami luka-luka. Kita masih melakukan pemeriksaan dan korban sudah dibawa ke RS Semen Padang. Saat ini sudah dibawa keluarga ke Sangir," katanya.

baca juga: Truk Boks Tersangkut di Bawah Rel KA Lembah Anai, Jalur Buka Tutup

[Halbert Chaniago]

Penulis: Agusmanto