Penggantian Jembatan Juanda Kota Padang Picu Macet di Khatib Sulaiman

Pengerjaan penggantian Jembatan Juanda
Pengerjaan penggantian Jembatan Juanda (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kemacetan di Jalan Khatib Sulaiman kian parah. Pasalnya, di sepanjang Jalan Juanda menuju Jalan S Parman ditutup sejak Rabu (9/10) dengan plang pembatas jalan. Penutupan jalan ini dipicu oleh adanya perbaikan jembatan Juanda tepatnya di depan Hotel Pangeran Beach.

Menanggapi kemacetan itu, Anggota DPRD Kota Padang, Delma Putra meminta agar Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang segera merampungkan perbaikan jembatan di Jalan Juanda. Sehingga kepadatan kendaraan di Jalan Khatib Sulaiman terurai.

baca juga: Trailer Gagal Nanjak di Baso, Akses Bukittinggi-Batusangkar Tersendat

"Kita minta lah Pemko agar cepat siapkan jembatan itu. Kan berguna dan bisa dimanfaatkan untuk pengendara," kata Politisi Partai Gerindra, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Kendati demikian, Anggota Komisi III DPRD Padang membidangi Pembangunan ini mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Padang dalam melakukan perbaikan jembatan Juanda. Pasalnya Delma menilai, jika jembatan tersebut roboh maka akan membahayakan pengguna jalan, apalagi besi-besi jembatan itu sudah mulai keluar.

baca juga: Pohon Tumbang Sebabkan Kemacetan Jalur Padang Lua-Matur, Sarang Tawon Ganggu Evakuasi

"Kalau gak salah besi-besinya (jembatan, red) sudah keluar. Makanya diperbaiki oleh Pemko, alhamdulillah Pemko cepat tanggap kan," ucap wakil rakyat dari Dapil Padang I meliputan Kecamatan Koto Tangah itu.

Selain itu, Delma meminta agar Dinas Perhubungan mengevaluasi kembali rekayasa lalulintas yang diberlakukan. Sebab, rekayasa itu belum mampu menyelesaikan kemacetan. Dia menilai macet saat ini terjadi di Khatib Sulaiman cukup meresahkan masyarakat, terutama bagi para pengguna jalan.

baca juga: Apa Penyebab Kemacetan Saat Lebaran di Sumbar? Ini Jawaban Pihak Kepolisian dan Solusinya

"Dinas terkait agar lebih optimal lagi lakukan rekayasa jalan supaya tidak terjadi kemacetan berkepanjangan," pinta Delma.

Tak hanya itu, Delma juga meminta pada masyarakat agar bersabar selama proses perbaikan jembatan tersebut. Lantaran, perbaikan ini juga untuk kebaikan bersama. Bahkan Pemko telah berupaya untuk memperbaiki jembatan itu agar kondisinya tidak semakin parah yang dapat merugikan masyarakat.

baca juga: Macet saat Mudik Bisa Sebabkan Hipertensi? Ini Kata Dokter

"Itu kan jembatannya sudah jelek, jadi harus diperbaiki. Tentu diminta kepada masyarakat untuk supaya bersabar sampai jembatan siap. Jangan lewat sana demi kebaikan bersama, karena Pemko juga sudah mau memperbaiki," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Dian Fakri mengatakan, selama pengerjaan perbaikan jembatan berlangsung, arus lalu lintas akan dialihkan ke Jalan Khatib Sulaiman.

"Untuk itu,kami mengimbau kepada pengendara kendaraan roda dua dan roda empat untuk mengambil jalur tersebut untuk sementara hingga jembatan selesai diperbaiki," jelas Dian Fakri.

Diketahui, penutupan jalan mulai diberlakukan sejak Rabu pagi dan dilakukan pengalihan arus jalan.

Bagi pengendara yang datang dari arah Pasar Raya Padang menuju Tabing, dialihkan di Simpang Jalan Raden Saleh menuju Jalan Khatib Sulaiman, sedangkan yang datang dari arah Tabing dialihkan di Simpang DPRD Sumbar menuju Jalan Khatib Sulaiman.

Pengalihan arus ke Jalan Khatib Sulaiman dimaksudkan untuk memastikan mobilitas masyarakat tidak terputus. Tidak hanya kendaraan pribadi, arus kendaraan umum seperti angkutan kota (angkot) juga dialihkan.

Dampak dari penutupan serta pengalihan jalan tersebut, kondisi lalu lintas di Jalan Khatib Sulaiman tampak padat. Namun, penutupan total hanya dilakukan di lokasi pengerjaan. Kendaraan tetap bisa melewati Jalan S. Parman dari arah Tabing menuju Lolong.

Untuk diketahui, dari pengalihan arus lalu lintas ke beberapa ruas jalan lain termasuk jalan Khatib Sulaiman macet . Kemacetan panjang kerap terjadi pada jam pulang kerja (sore). Bahkan dari pengalihan arus Car Free Day mulai besok hingga sebulan kedepan dihentikan sementara. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir