Pemanfaatan Terminal Agribisnis Payakumbuh Belum Optimal, Ini Penyebabnya

Aktivitas di TA Kota Payakumbuh.
Aktivitas di TA Kota Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Ketua Asosiasi Agribisnis Kota Payakumbuh , Ahmad Nuzul menilai, belum maksimalnya pasokan dari petani di Payakumbuh menjadi salah satu kendala yang membuat pemanfataan Terminal Agribisnis (TA) Payakumbuh di Kelurahan Koto Panjang Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur belum optimal.

Dikatakannya, jam operasional TA Kota Payakumbuh mulai pukul 14.00 WIB sampai 20.00 WIB. Namun diakuinya, jam operasional itu belum maksimal.

baca juga: Pemko Payakumbuh Gunakan Teknologi untuk Mengolah Limbah IPLT Jadi Pupuk Organik

"Jadwal dibukanya proses dalam jual beli di TA saat ini memang belum bisa maksimal dikarenakan pasokan hasil petani di Kota Payakumbuh belum maksimal sehingga jadwal operasi TA tidak tetap," kata Ahmad Nuzul, Senin (14/10).

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa belum semua petani di daerah tersebut yang mengetahui bahwa Kota Payakumbuh sudah memiliki TA yang telah diresmikan oleh Gubernur Sumbar semenjak 2014 silam.

baca juga: Ingin Bersepeda di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota, Inilah Spot Menarik Yang Wajib Dikunjungi

"Memang belum semuanya tau bahwa kita sudah memiliki TA, sehingga mereka langsung menjual hasil panennya kepada pengepul dan tidak ke TA ini," jelasnya.

Meski belum optimal, keberadaan TA tersebut cukup membantu petani. Tidak hanya petani Payakumbuh tapi juga petani dari beberapa daerah tetangga, seperti Kabupaten Limapuluh Kota, Agam, dan Tanah Datar.

baca juga: Jaga Keindahan Kawasan Batang Agam, Satpol PP Payakumbuh Tertibkan 35 Lapak PKL

Sementara itu, ketua Asosiasi Agribisnis Provinsi Sumatera Barat, Sharman mengatakan untuk petani yang ada di kota Payakumbuh sudah dilakukan sosialisasi sejak 2015 lalu, dan hal ini akan terus berlanjut secara bertahap sampai semua petani di Kota Payakumbuh bisa mengoptimalkan keberadaan TA tersebut.

"Selain memberikan pengetahuan terkait TA Kota Payakumbuh , kami juga memberikan bibit bantuan bagi petani melalui kerjasama dengan Dinas Pertanian kota Payakumbuh ," ungkap Sharman.

baca juga: Anti Mainstream, Modifikasi Sepeda Minion Berikan Kepuasan Tersendiri

Sharman menyebut, butuh kerja sama semua pihak untuk TA Kota Payakumbuh , baik itu dukungan dan bantuan dari dinas terkait ataupun dari media untuk menyebarluaskan informasi bahwa Kota Payakumbuh sudah memiliki TA yang cukup baik.

Diakuinya, untuk memajukan TA Kota Payakumbuh butuh waktu yang tidak singkat. Apalagi dalam mengajak petani untuk bermitra dengan TA cukup sulit karena masih banyak gudang sayur pribadi yang menampung hasil panen petani.

"Akibatnya petani lebih memilih menjual hasil panen kepada gudang sayur yang sudah menjalin kerjasama dari dulu dengan petani tersebut," ujar Sharman.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh , Depi Sastra menyebut, bahwa Kota Payakumbuh sudah menjalin kerjasama dengan membuat MoU kerjasama dengan pemerintah Kota Pekanbaru.

"Kerjasama yang kita buat agar nanti ke depannya hasil pertanian dari Kota Payakumbuh dapat diterima langsung oleh Pemko Pekanbaru. Hal ini dikuatkan juga dengan akan didirikannya outlet atau pasar tradisonal bagi hasil pertanian dari Kota Payakumbuh di Kota Pekanbaru," jelas Depi. (*)

Penulis: Taufik Hidayat