LIPI Riset Hutan Mangrove Pariaman untuk Dijadikan Kebun Raya

Walikota Pariaman, Genius Umar.
Walikota Pariaman, Genius Umar. (Ist)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengunjungi Kawasan Hutan Mangrove Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara, Selasa (15/10). Kunjungin tim LIPI tersebut diterima langsung Walikota Pariaman , Genius Umar.

"Pemko Pariaman bekerjasama dengan LIPI untuk melakukan riset tentang hutan mangrove yang berada di Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara, karena hutan tersbebut akan dijadikan kebun raya (botanic garden) ditengah kota dengan basis hutan mangrove," kata Genius Umar, Selasa (15/10).

baca juga: Diduga Korban Pembunuhan, Warga Sungai Geringging Temukan Mayat dengan 10 Luka Sayatan

“Hasil riset dari hutan mangrove akan diserahkan ke Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Untuk mendapatkan program bagaimana bisa botani di Kota Pariaman bisa dijadikan seperti konsep kebun raya Bogor yang ada di daerah Bogor, Jawa Barat," jelasnya.

Ia menambahkan, sehingga ini menjadi tempat wisata edukasi, anak-anak bisa belajar tentang mangrove, flora maupun fauna yang ada di dalamnya.

baca juga: Miliki Sabu dan Ganja, Dua Pria Ditangkap Polisi

Tahap awal dijelaskan Genius, memang luas kawasannya masih sedikit tetapi nantinya Pemko Pariaman akan melakukan perluasan dan melakukan pembebasan atau pembelian tanah masyarakat yang masuk dalam kawasan hutan mangrove tersebut.

“Akan dilakukan penetapan aturan hukum bahwa ini adalah kawasan hutan mangrove yang juga berfungsi sebagai botanic garden di Kota Pariaman . Tergantung hasil riset, mana yang kurang atau mana yang mau ditambah flora maupun faunanya untuk kawasan tersebut”, tandasnya.

baca juga: Begini Teknis Pelaksanaan Pendidikan Bagi Peserta Didik di Pariaman

Sementara itu, Mustaid Siregar dari Lemabaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menjelaskan kajian tentang mangrove dengan melihat dari sisi administrasi dan kajian pendukung lainnya baik sisi ekoregion, karena ekoregion mangrove di Sumatera belum ada dan nantinya akan dilanjutkan dengan studi kelayakan, apakah layak atau tidak dijadikan kebun raya.

"Ekoregion adalah suatu batasan daerah ekologi suatu tumbuhan atau hewan yang terkait dengan budaya”, ujarnya.

baca juga: Perangkat Desa di Pariaman Baca Quran Setiap Hari Sebelum Buka Pelayanan

"Sekarang dengan melihat kondisi infrastuktur, fisik tidak ada masalah namun yang terpenting yang harus dikaji adalah status lahannya bagaimana. Karena membangun kebun raya harus dalam jangka panjang dan tidak boleh di alih fungsikan. Dengan kategori yang dilihat bagaimana status lahannya, batas luasnya, serta pengelolaannya," sambungnya.

“Di Indonesia kebun raya mangrove yang pertama berada di Surabaya. Kalau kajian ini berjalan dengan baik dan semua berjalan lancar nantinya kami akan melakukan MOU antara LIPI dengan Pemko Pariaman dan disusul dengan master plan. Sehingga di Indonesia kebun raya mangrove yang ada di Kota Pariaman menjadi kebun raya mangrove kedua setelah Surabaya”, pungkasnya. (Rehasa)

Penulis: Eko Fajri