Inovasi Pakaian Adat Jangan Keluar dari Nilai yang Dianut Minangkabau

Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Gemala Ranti
Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Gemala Ranti (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Gemala Ranti menilai perlu memperkenalkan pakaian adat asli dari masing-masing daerah di Sumbar dengan cara mendokumentasikan pakai tersebut. Sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya pakain adat warisan budaya Minangkabau serta memberikan pengetahuan kepada generasi penerus bahwa pakaian tradisi Minang yang asli.

"Jika ada inovasi ataupun kreasi yang dibuat modern tentunya tidak keluar dari unsur yang aslinya," ujarnya, Senin, 11 Februari 2019 di Padang.

baca juga: Pembatasan Mudik Lebaran Tingkatkan Transaksi Online, Wapres: Pangsa Pasar Pakaian Muslim Capai 86,63 Persen

Dijelaskannya, belakangan banyaknya protes dari masyarakat terhadap desainer karena inovasi dan kreasi terhadap pakai adat diluar ketentuan dan nilai-nilai yang dianut masyarakat Minangkabau Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah.

"Kebanyakan kreasi dan inovasi dilakukan terhadap pakai perempuan. Pakaian adat tapi aurat pemakainya terlihat atau menonjolkan sisi kewanitaan alias seksi. Ini tidak dibenarkan dan akan menuai protes dari masyarakat kita," katanya.

baca juga: Viral Tumpukan Bantuan Baju Untuk Korban Bencana: Jadi Sampah

Untuk itu Dinas Kebudayaan Sumbar melakukan kegiatan pendokumentasian terhadap pakai adat untuk menjaga inovasi dan kreasi liar terhadap pakaian adat di Sumbar.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan, pendokumentasian yang dilakukan Dinas Kebudayaan Sumbar, Ini adalah yang kedua kalinya, sebelumnya telah kita dokumentasikan 200 pakaian adat Minang, sekarang akan kita dokumentasi 200 pakaian lagi.

baca juga: Punya Kepribadian Misterius, 4 Zodiak Ini Suka dengan Warna Hitam

"Target kami sebanyak 600 pakain adat dengan adanya pendokumentasian akan menjaga aset pakaian tradisi perempuan Minangkabau," ujarnya.

Pendokumentasian akan di foto lalu dibuatkan semacam buku, yang nanti akan ada narasi dalam tiga bahasa yakni, bahasa Indonesia, Inggris dan Minang, yang menunjukan asal daerah pakaian serta maknanya.

baca juga: Gubernur Sumbar: Gunakan Pakaian Tradisional dengan Layak!

Ditambahkannya, dengan telah terdokumentasi dalam bentuk buku, maka nantinya, dapat dilihat anak-anak generasi penerus, sehingga disadari bahwa pakaian tradisi perempuan Minang yang asli itu seperti ini. 

"Nanti juga dapat menjadi rujukan bagi perancang-perancang pakaian , untuk mencontoh dalam pembuatan pakaian tradisi Minang yang dikombinasikan, tanpa menghilangkan unsur pakaian tradisi yang aslinya seperti yang telah didokumentasikan," jelasnya.

(Joni Abdul Kasir) 

Penulis: Joni Abdul Kasir