Dampak Kabut Asap, Ribuan Balita di Pessel Terjangkit ISPA

Ilustrasi kabut asap
Ilustrasi kabut asap (KLIKPOSITIF)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Terpapar kabut asap , ribuan balita di Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat terjangkit insfeksi saluran pernapasan akut ( ISPA ) selama tiga bulan terakhir.

Data Dinas Kesehatan Pesisir Selatan kasus tersebut cenderung meningkat dari bulan sebelumnya, pada Juli tercatat sebanyak 2.031, Agustus sebanyak 2.192 dan September mengalami peningkatan 2.396 kasus.

baca juga: Harga Biji Pinang di Pessel Berfluktuasi, Kini Rp 17 Ribu Per Kilogram

"Faktor salah satunya benar, akibat kabut asap . Tetapi, peningkatan tidak terlalu signifikan," ungkap Kasi P2M Dinkes Pessel , Rosmali pada KLIKPOSITIF , Kamis 17 September 2019.

Berdasarkan SPAG/GAW Bukit Koto Tabang, kabut asap mulai kembali menyelimuti Sumbar. Tepat pada 15 Oktober lalu, selain Dharmasraya, Pesisir Selatan juga terpapar kabut asap dan itu merupakan terparah berdasarkan analisis citra satelit Himawari.

baca juga: Pendaftaran Ditutup, Bakal Calon Ketua KONI Pessel yang Mendaftar Hanya Satu Orang

Menurut Rosmali, peningkatan ISPA di Pesisir Selatan terjadi di daerah bagian ketinggian atau pebukitan, dan sebagian besarnya berada di Kecamatan Lengayang, Linggosari Baganti dan Sutera.

"Kasus paling banyak ditemukan di daerah daratan tinggi atau sekitaran pebukitan. Karena memang, mungkin lebih cepat tepapar kabut asap ," terangnya.

baca juga: Menteri Desa Tetapkan Puncak Pelaksanaan Hari Bhakti Transmigrasi ke 71 di Pessel

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan. Selain pemantauan, juga meningkatkan sosialisasi di setiap Puskesmas.

"Salah satunya terhadap anak-anak dan juga ibu hamil. Karena memang anak-anak dan ibu hamil sangat rentan kena ISPA ," jelasnya.

baca juga: Dua Hari Dibuka, Peminat Calon Ketua KONI di Pessel Baru Dua Kandidat

Kiki Julnasri

Penulis: Rezka Delpiera