Menag: Duta Harus Mampu Jadi Mediator dan Penyalur Aspirasi

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan para Duta Akrual dan Duta BMN
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan para Duta Akrual dan Duta BMN (furqon/kemenag.go.id)

KLIKPOSITIF -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan para Duta Akrual dan Duta BMN, untuk dapat memainkan peran sebagai mediator dan penyalur aspirasi dalam organisasi. Hal ini disampaikan Menag saat berdialog dengan 100 Duta Akrual dan Duta BMN Kemenag 2019-2021, di Ciawi, Bogor.

"Di dalam komunitas, anda semua adalah primus interpares. Sehingga harus mampu menyuarakan permasalahan, mengkomunikasikan, dan kemudian mencari solusi," pesan Menag , Jumat (18/10) yang dikutip dari kemenag .go.id.

baca juga: Bantuan Operasional Pesantren Akan Segera Cair, Jika Ada yang Memotong akan Dibawa ke Ranah Hukum

Di sini menurut Menag , jiwa kepemimpinan seorang duta akan diuji. "Kemampuan melihat mana dua, tiga, empat permasalahan utama kemudian mencari penyelesaiannya," kata Menag .

"Apa yang sudah kita capai harus di-maintain. Kehadiran kita harus punya arti, tidak hanya bagi sesama. Kita harus mampu menjadi mediator, penyalur aspirasi, sekaligus memecahkan persoalan Kementerian Agama. Dan tidak hanya juga berhenti di Kementerian Agama, (persoalan) Negara bangsa ini perlu terselesaikan," tuturnya.

baca juga: Terkait Program Peningkatan Kompetensi Penceramah Agama, Ini Komentar Mantan Menteri Agama

Karena menurutnya, persoalan akrual dan BMN itu bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. "Makna keberadaan saudara luar biasa, kalau kita mampu menjalaninya dan melaksanakannya dengan baik," pesan Menag .

Sebelumnya, dalam dialog yang dipandu oleh Staf Khusus Menteri Agama Hadi Rahman ini, para Duta Akrual dan Duta BMN ini diminta untuk mengungkapkan tiga kekecewaan dan kebanggaan sebagai ASN Kemenag .

baca juga: Kemenag akan Rehab 1.700 Kantor KUA Tahun Ini

Para Duta Akrual dan Duta BMN pun tak sungkan mengungkapkan kekecewaan yang mereka rasakan. Mulai dari rasa kecewa karena kesejahteraan para operator di lapangan yang rata-rata adalah tenaga honorer masih kurang diperhatikan, sikap tak acuh pimpinan terhadap pengelolaan BMN, hingga keinginan memperoleh apresiasi seperti pemberian beasiswa ataupun reward sebagai petugas haji.

Segala kekecewaan yang dimiliki, ternyata tidak menghilangkan kebanggaan mereka sebagai bagian dari Kemenag . "Kami bangga, walaupun sebagian besar dari kami tidak memiliki background sebagai sarjana akuntansi, tapi Alhamdulillah kami dengan segala keterbatasan kami, mampu menghadirkan laporan keuangan yang baik dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," ujar Duta Akrual asal Sumbar Ridho.

baca juga: Menag Positif Covid-19, Kini Jalani Isolasi Mandiri

Kebanggaan lain yang terungkap dalam forum dialog, adalah karena para duta dapat menjadi bagian perubahan Kemenag yang terus menuju arah semakin baik. Selain itu, mereka bangga karena memiliki kesempatan langsung bersentuhan dengan masyarakat. Mulai dari pelayanan pendidikan, pernikahan, bimbingan masyarakat, hingga haji.

Para duta ini berasal dari 11 Unit Eselon 1 dan 34 Kanwil Kemenag Provinsi. Kehadiran Menag disambut dengan kumandang lagu 'Opinion Force' karya Akmaliah yang dinyanyikan para Duta Akrual dan Duta BMN. "Duta Akrual dan Duta BMN merupakan orang-orang yang berada di balik layar kesuksesan pelaporan keuangan Kementerian Agama," ujar Hadi Rahman membuka dialog.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal M. Nur Kholis Setiawan dan Kepala Biro Keuangan dan BMN Ali Irfan. "Mereka yang berjuang agar opini laporan Kemenag selalu memperoleh WTP. Mereka bergabung sebagai 'Opinion Force' memiliki slogan "SINERGI"," jelas Sekjen M. Nur Kholis.

SINERGI merupakan akronim dari Solutif, Inovatif, Netral, Energik, Responsif, Giat dan Integritas. "Dengan slogan SINERGI ini dampaknya luar biasa. Salah satunya adalah dengan diraihnya opini WTP bagi Kemenag selama tiga tahun berturut-turut," kata Sekjen. (*)

Penulis: Iwan R