Menteri Terpilih Harus Berinovasi Wujudkan Nawacita

Anggota DPR RI Ledia Hanifah Amaliah.
Anggota DPR RI Ledia Hanifah Amaliah. (DPR)

KLIKPOSITIF -- Pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin lima tahun kedepan akan memfokuskan programnya pada pembangunan sumber daya manusia sembari tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan di periode pertamanya. Selain itu sejumlah gagasan seperti penyederhanaan birokrasi serta regulasi juga akan dilakukan.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI Ledia Hanifah Amaliah mengatakan diperlukan kabinet yang mampu bekerja keras serta memiliki inovasi untuk mewujudkan nawacita jilid ke-II yang disampaikan Jokowi dalam pidato pertama setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden oleh Ketua MPR RI di Ruang Paripurna, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

baca juga: Ninik Mamak Kecamatan IX Koto Nyatakan Dukungan Ke Pasangan SR-Labuan

“Kalau kita menginginkan Indonesia maju, apa yang disampaikan presiden dalam pidatonya harus menjadi pijakan untuk siapapun yang nantinya membantu beliau mejalankan programnya, terutama dalam mengedepankan pelayanan kepada publik,” ungkap politisi Fraksi PKS ini.

Saat ditanya terkait isi pidato presiden yang menyatakan akan membuat dua undang-undang (UU) yang merupakan hasil penyederhanaan dari banyak UU yaitu UU tentang Cipta Lapangan Kerja dan UU tentang Pemberdayaan UMKM, Ledia menyambut baik hal tersebut dan akan mendorong pihaknya dalam pembahasan UU tersebut.

baca juga: Kemenhub Bikin Aturan Bersepeda, Ada 7 Perangkat Wajib Sebelum Gowes di Jalanan

"Kita akan mendorong, sebenarnya di periode sebelumnya ada dua UU yang hampir selesai yaitu UU Perekonomian dan UU Kewirausahaan. Jika Presiden mau menyelesaikan UU Pemberdayaan UMKM, menurut saya dua draf UU yang tidak selesai itu saja yang disisir lalu dimasukan dalam prolegnas," ungkapnya.

Sementara, terkait UU Cipta Lapangan Kerja, Ledia menilai pemerintah perlu memperbaiki metode dalam meingkatkan sumber daya manusia (SDM) nya terlebih dahulu. "Pengembangan SDM ini harus sejalan dengan UU Cipta Lapangan Kerja, sistem pendidikan harus sejalan, periode kemarin sempat mengadanggadangkan pengembangan SDM tapi belum direspon baik sama pembantu presiden, ini harus diperhatikan," tutupnya. (*)

baca juga: Kementerian PUPR Tingkatkan Pembelian Karet Untuk Campuran Aspal

Penulis: Eko Fajri