Payakumbuh Kota Randang Diusulkan Sebagai Warisan Budaya Dunia Unesco

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz (tengah).
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz (tengah). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Upaya Pemerintah Kota (Pemko) untuk menjadikan daerah tersebut sebagai pusat produksi rendang mulai membuahkan hasil. Hal itu terlihat dengan mulai diusulkannya Payakumbuh Kota Randang sebagai salah satu warisan budaya dunia UNESCO di Indonesia.

Wakil Wali Kota Payakumbuh , Erwin Yunaz menyebut, mulai diliriknya daerah tersebut oleh dunia luar adalah buah upaya pemko yang telah melakukan rebranding Kota Payakumbuh dari Kota Batiah menjadi Kota Randang.

baca juga: Pemko Payakumbuh Gunakan Teknologi untuk Mengolah Limbah IPLT Jadi Pupuk Organik

"Kita memilih sebuah penamaan, dari Kota Batiah kita gagas jadi Kota Randang. Ini suatu langkah yang dimaknai dunia luar sebagai hal luar biasa," kata Erwin Yunaz saat bersilaturrahmi dengan wartawan Luak Limopuluah di gedung Balai Wartawan, Senin (21/10).

Dikatakannya, rebranding Kota Payakumbuh sebagai Kota Randang adalah peluang yang coba ditangkap pemko. Respon positif tidak hanya didapat dari daerah lain.

baca juga: Ingin Bersepeda di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota, Inilah Spot Menarik Yang Wajib Dikunjungi

"Selain daerah lain, kementerian juga meresponnya dengan berbagai bantuan yang kita terima," katanya.

" Payakumbuh Kota Randang saat ini menjadi salah satu warisan budaya dunia atau NESCO’s World Heritage Sites yang tengah diusulkan ke Unesco," lanjutnya.

baca juga: Jaga Keindahan Kawasan Batang Agam, Satpol PP Payakumbuh Tertibkan 35 Lapak PKL

Menurut Erwin Yunas, Kota Payakumbuh tidak kaya dengan sumber daya alam, seperti tambang atau hal lain. Karena itu, pemko selalu berupaya untuk memaksimalkan promosi rendang ke daerah luar.

" Kota Payakumbuh adalah kota kuliner. Karena itu, kita lakukan sentralisasi dan branding yang merupakan langkah awal," jelasnya.

baca juga: Anti Mainstream, Modifikasi Sepeda Minion Berikan Kepuasan Tersendiri

Lebih lanjut, orang nomor dua Kota Payakumbuh itu menyebut, rebranding yang dilakukan sudah terjadi peningkatan signifikan terhadap penjualan rendang yang diproduksi oleh UKM daerah tersebut.

"Manfaatnya sudah dirasakan dunia swasta kita. Di sentra pondok promosi bisa terjual 200-300 kg rendang perhari," pungkasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat