Diduga Lakukan Penambahangan Emas Tanpa Izin, Dua Warga Riau Diamankan Polisi Solsel

Alat berat berhasil diamankan Satreskrim Polres Solsel beserta dua orang yang diduga pelaku PETI di Mako Polres setempat, Senin (21/10).
Alat berat berhasil diamankan Satreskrim Polres Solsel beserta dua orang yang diduga pelaku PETI di Mako Polres setempat, Senin (21/10). (Ist)

SOLSEL KLIKPOSITIF -- Diduga melakukan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dua orang warga Pekanbaru, Provinsi Riua bersama satu unit alat berat jenis eskavator merek CAT diamankan Satreskrim Polres  Solsel di Jorong Limau Sundai Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Sangir Batang Hari (SBH).

"Mereka pemilik eskavator inisial AL (45) dan satu orang operator eskavator tersebut inisial KI (46) tahun," kata Kasat Reskrim  Polres Solsel AKP M. Rosidi, di Mapolres Solsel Senin, 21/10.

baca juga: 10 Pasien COVID-19 Kota Solok Sembuh, 39 Masih Isolasi

Selain dua orang dan alat berat tersebut imbuhnya, turut diamankan sebagai barang bukti dua lembar karpet yang mereka gunakan untuk mengambil emas serta satu unit selang air.

"Dari pengakuan tersangka, mereka sudah sekitar tiga hingga lima bulan beroperasi melakukan penambangan emas dilokasi tersebut," ungkapnya.

baca juga: Relawan Audy Joinaldy Salurkan APD Untuk Kota Solok

Terungkapnya kejadian tersebut katanya, berawal dari laporan masyarakat terkait adanya aktifitas PETI dilokasi itu.

"Mendapatkan laporan, kita bentuk Tim untuk menindaklanjuti laporan tersebut, alhasil setelah tim menelusuri aliran sungai Batang Hari pada Jumat (18/10) pukul 05.00 WIB. Tim menemukan satu unit alat berat jenis eskavator merk Cat sedang beraktifitas", Katanya.

baca juga: Sekolah Daring Berpotensi Bikin Mata Anak Minus, Ayo Deteksi

Setelah dilakukan pemeriksaan dan yang bersangkutan tidak dapat menunjukan legalitas dari aktifitas tambang tersebut.

"Pelaku beserta barang bukti diamankan ke Polres Solsel guna penyelidikan lebih lanjut," tutupnya

baca juga: Ini 4 Jurus Agar Indonesia Tak Resesi dari Sandiaga Uno dan Kamrussamad

Jika terbukti bersalah, kedua pelaku terancam hukuman diatas lima tahun penjara.

"Sesuai UU pertambangan Nomor 4 tahun 2009 Tentang Pertambangan Minerba ancamannya selain penjara 10 tahun pelaku juga dikenakan denda sepuluh miliar rupiah", katanya.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar menghentikan kegiatan PETI untuk mencegah kerusakan lingkungan.

"Saat ini Polres Solsel melalui Bapak Kapolres Sedang gencar melakukan reboisasi seperti penanaman seribu Pohon, mari hentikan PETI untuk mencegah kerusakan lingkungan", Tukasnya. (Kaka)

Penulis: Eko Fajri