Ribuan Ikan Mati di Batang Maek, Ratusan Nelayan Terpaksa Berhenti Mencari Ikan

Ikan mati di aliran Batang Maek.
Ikan mati di aliran Batang Maek. (Walhi Sumbar)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Matinya ribuan ikan di aliran Batang Maek di Nagari Tanjuang Pauah dan Tanjuang Bolik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota membuat ratusan nelayan di daerah tersebut menghentikan aktifitas mencari ikan untuk sementara waktu.

Batang Maek sendiri merupakan salah satu sumber air yang mengisi waduk PLTA Koto Panjang, dimana waduk tersebut merupakan tempat mencari ikan oleh nelayan yang tinggal di sekitar waduk PLTA Koto Panjang tersebut.

baca juga: Hari ke-5 Pencarian Nelayan di Pariaman Belum Menuai Hasil, Begini Situasinya

Wali Nagari Tanjuang Pauah Taufik JS mengatakan, matinya ribuan ikan tersebut sudah diketahui warganya semenjak satu minggu lalu. Banyaknya ikan yang tiba-tiba mati tersebut disebutnya memunculkan ketakukan bagi para nelayan untuk tetap mencari ikan.

"Matinya ribuan ikan ini membuat nelayan takut menjual hasil tangkapan karena mereka khawatir akan membahayakan pembeli. Jadi untuk sementara nelayan kita tidak melakukan penangkapan ikan," kata Taufit JS, Jumat (25/10) sore.

baca juga: Radius Pencarian Nelayan yang Hilang di Pariaman Diperluas

Untuk Nagari Tanjuang Pauah sendiri, Taufit menyebut, bahwa sebagian besar warganya memang menggantungkan hidup di aliran sungai Batang Agam dengan menjalani profesi sebagai nelayan .

"Banyak warga yang menggantungkan hidup di aliran sungai ini. Ada sekitar 150 KK (Kepala Keluarga) warga kita yang berprofesi sebagai nelayan ," jelasnya.

baca juga: Pencarian Nelayan yang Hilang di Pariaman Dilanjutkan Besok

Dia berharap, agar pihak-pihak terkait bisa segera mengetahui penyebab matinya ribuan ikan di aliran Batang Maek tersebut, sehingga warganya bisa kembali tenang mencari ikan.

"Kita berharap pihak yang berkompeten bisa meneliti apa penyebab ikan mati, sehingga nelayan dan masyarakat kita tidak bingung, apa yang terjadi dengan aliran sungai ini," tegasnya.

baca juga: Jatuh dari Kapal, Seorang Nelayan di Pariaman Dinyatakan Hilang

Sementara itu, untuk mengetahui penyebab matinya ribuan ikan di aliran Batang Maek tersebut, Polres Kabupaten Limapuluh Kota juga telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Di lokasi, jajaran Polres Limapuluh Kota mengambil dua sampel air, pertama sampel air di aliran sungai dan kedua sampel air di lokasi pembuangan limbah PT Berkat Bhineka Perkasa (BBP). PT BBP sendiri merupakan perusahaan tambang timah hitam yang penyaluran limbahnya melalui Batang Maek.

"Kita sudah lakukan proses penyelidikan dengan mengambil sampel di dua tempat berbeda. Sampel itu akan kita antar ke Laboratorium untuk dilakukan pengecekan. Saya sendiri yang akan mengantarkan," kata Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota , AKP Anton Luther, Jumat (25/10).

Ia menyebut, pihaknya belum bisa memastikan terkait ada atau tidaknya dugaan pidana dari kematian ribuan ikan di Batang Maek tersebut.

"Yang jelas penyelidikan terus berjalan. Kita belum bisa katakan adanya dugaan pidana," tegasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat