Pemko Pariaman Tutup Akses ke Pulau Selama Dua Minggu

Suasana usai evakuasi korban kapal tenggelam
Suasana usai evakuasi korban kapal tenggelam (Istimewa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF --Tenggelamnya kapal wisata di Kota Pariaman yang menyebabkan meninggalnya satu orang membuat Pemerintahan Kota Pariaman menutup akses ke Pulau Angso Duo, Minggu 26 Oktober 2019.

Genius Umar selaku Wali Kota Pariaman mengatakan, pihaknya menutup akses tersebut hingga 15 hari kedepan."Ditutup untuk menanti hasil investigasi dari pihak berwenang. Selain itu, kami akan benahi sistem jika memang kedapatan keteledoran," ungkap Genius Umar.

baca juga: 15 Warga Binaan Lapas Pariaman Bebas, Tangisan Bahagia dari Keluarga Menyambut

Baca berita terkaitPariaman , Satu Meninggal dan Satu Kritis" href="http://news.klikpositif.com/baca/59494/kapal-pengangkut-rombongan-guru-bocor-di-pariaman--satu-meninggal-dan-satu-kritis">Kapal Pengangkut Rombongan Guru Bocor di Pariaman , Satu Meninggal dan Satu Kritis

Untuk itu, kata Genius lagi, pihaknya akan mengecek kelayakan kapal dan memeriksa nahkoda kapal hingga sistem keberangkatan. "Kabarnya sistem keberangkatan tidak sesuai SOP. Itu yang tengah diselidiki," ujar dia.

baca juga: Pemkot Pariaman Kembali Buka Pasar Produksi Jati

Dalam musibah ini, kata Genius, pihaknya melibatkan dinas terkait hingga Kepolisian Perairan dan Udara serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan setempat.

"Ini tidak boleh lagi terjadi, kami akan perbaiki sistem lagi, terkait pengelolaan dan pengawasan kapal wisata," sebut Genius.

baca juga: Antisipasi Dampak Tingginya Harga Minyak Goreng, Pemkot Pariaman Segera Buka Pasar Murah

Genius katakan, untuk pemeriksaan kelayakan kapal terus dilakukan pihaknya, namun setelah kasus ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara intens dan detail. "Meskipun demikian, tetap ini merupakan keteledoran. Lain hal, ini juga musibah yang terjadi karena bencana alam.

Tidak hanya itu, lanjutnya pihaknya juga akan memperbaiki sistem pengelolaan dan pengawasan kapal wisata agar tidak terjadi peristiwa naas seperti yang terjadi pada Sabtu kemarin.

baca juga: Untuk Merubah Prilaku Buruk Napi, Ini yang Dilakukan Lapas Pariaman

"Untuk sekarang, kasus ini menjadi prioritas kami, jika ada tersangka tentu di proses. Terkait akses yang ditutup akan dilakukan perpanjangan jika kasus dan sistem ini belum selesai diperbaiki," kata Genius Umar. 

[Rehasa]

Penulis: Iwan R