Keluarga Asal Limapuluh Kota Ini Akhirnya Dipulangkan Dari Wamena

Tokoh Luak Limopuluah, M Rahmad saat mengunjungi rumah keluarga Leni, Senin (28/10) sore.
Tokoh Luak Limopuluah, M Rahmad saat mengunjungi rumah keluarga Leni, Senin (28/10) sore. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Kebahagian terpancar jelas dari raut muka Leni Armarini, salah seorang warga asal Limapuluh Kota , Sumatera Barat yang akhirnya bisa pulang kampung dan kembali ke rumah orangtuanya di Jorong Purwajaya Kenagarian, Sarilamak Kecamatan Harau, Senin (28/10) sore.

Leni Armarini bersama suami Dwi Santoso dan dua anaknya, Afsar nurdafa pratama (5) dan M. Rafa Azka Putra (2) merupakan satu keluarga asal Kabupaten Limapuluh Kota yang sebelumnya sempat terjebak ke rusuhan di Wamena , Papua beberapa waktu lalu.

baca juga: Segmen Sianok Cukup Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Kuat di Sumbar

Keluarga kecil tersebut tiba di Padang, Senin (28/10) dini hari dan disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit yang didampingi juga oleh tokoh asal Kabupaten Limapuluh Kota , Muhammad Rahmad dan anggota DPRD Khairul Apit.

Meski sudah tiba di kampung halaman, Leni sepertinya harusnya berpisah kembali dengan sang suami yang merupakan seorang Kopda TNI POM AD.

baca juga: New Normal, Bagaimana Kondisi Perbatasan Sumbar-Riau di Limapuluh Kota?

"Suami saya akan kembali lagi dan tentu hal ini akan tetap membuat kami sekeluarga khawatir. Mudah-mudahan ada solusi untuk kami sekeluarga agar bisa bersama-sama lagi," harap Leni saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (28/10) sore.

Sementara Dwi Santoso sendiri mengakui, bahwa kepulangannya kali ini hanya untuk mengantarkan anak dan istrinya ke rumah. Pasalnya, suasana di Wamena sampai sekarang masih belum bisa dipastikan kondusif. Ada-ada saja kejadian tiba-tiba yang bisa mengancam nyawa.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Canangkan Era Kenormalan Baru di Lima Puluh Kota.

"Akan lebih baik diantarkan dulu keluarga ke rumah. Baru bisa fokus untuk pengamanan. Lagipula, biasanya bulan desember sangat rawan konflik. Soalnya hari besar KKB OPM Papua ," ucap Dwi.

Sementara itu, M Rahmad yang merupakan inisiator peluangan Leni dan keluarganya mengakui, bahwa dalam proses pemulangan keluarga kecil tersebut pihaknya sempat menemui kendala. Namun, berkat kerja sama seluruh pihak, seperti Wagub Sumbar, Nasrul Abit, serta Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota , Deni Asra dan anggota DPRD Khairul Afit kendala tersebut bisa diatas.

baca juga: Kodim 0306/50 Kota Renovasi 10 Rumah Veteran dan Warga Miskin di Suliki

"Kita bersyukur upaya kita untuk memulangkan warga kita membuahkan hasil, sehingga mereka bisa kembali berkumpul dengan keluarganya di kampung yang cukup khawatir akan kondisi anak dan menantunya yang di rantau," kata M Rahmad.

Tokoh yang juga pengurus Masyarakat Peduli Petani Indonesia (MAPPINDO) itu disebut-sebut sebagai orang yang menanggung biaya pemulangan keluarga Leni tersebut. Namun ia enggan menyebut besaran biaya yang ia dikeluarkan untuk mengurus kepulangan tersebut.

"Banyak pihak yang ikut membantu memulangkan Leni dan keluarga," jelasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat