LPPM Unand Gelar Pelatihan Teknologi Produksi Ransum Unggas Lokal di Pulau Rajo Pessel

Dr. Ir Adrizal M.Si (dua dari kiri) memberikan penjelasan tentang cara pembuatan pakan unggas lokal kepada masyarakat Pulau Rajo.
Dr. Ir Adrizal M.Si (dua dari kiri) memberikan penjelasan tentang cara pembuatan pakan unggas lokal kepada masyarakat Pulau Rajo. ()

PADANG, KLIKPOSITIF - Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di pedesaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas ( Unand ), menggelar pelatihan produksi ransum ayam kampung dan itik di Nagari Pulau Rajo, Kecamatan Air Pura, Kabupaten Pessel.

Didukung oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Pulau Rajo, pelatihan yang digelar pada Jumat, 25 Oktober 2019 itu, dihadiri oleh Dosen Fakultas Peternakan Unand Dr. Ir. Adrizal, M.Si dan Robi Amizar, S.Pt, M.Si, serta Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Ir. Ayendra Asmuti, M.Si sebagai pemateri.

baca juga: Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu, FKM Unand Adakan Penyuluhan di Limapuluh Kota

Pelatihan yang diikuti oleh puluhan masyarakat daerah setempat, dibuka oleh Walinagari Pulau Rajo Salfaruddin, S.Pd dan Camat Air Pura yang diwakili oleh Apral, SH dan Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Kabupaten Pessel Busman Karel, serta Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna Eka Panbudi.

Dalam sambutannya, Walinagari Pulau Rajo Salfaruddin mengajak peserta pelatihan untuk serius mengikuti pelatihan supaya ilmu dan teknologi yang ditransfer oleh LPPM Unand , dapat diterapkan dalam meningkatkan perekonomian.

baca juga: Andre Rosiade Bagikan Puluhan Ribu Masker Medis untuk RSUP M Djamil, RS Unand dan SPH

"Pelatihan pembuatan ransum unggas lokal ini potensi bagi peserta dalam meningatkan perekonomiannya melalui sektor peternakan . Jadi, kepada semua peserta pelatihan, ikutilah pelatihan ini dengan serius. Kalau ada yang ragu, jangan malu untuk bertanya," katanya.

Pelatihan pembuatan ransum unggas lokal dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi serta praktek produksi. Materi pelatihan adalah potensi dan peluang peternakan unggas lokal di Nagari Pulau Rajo yang disampaikan Ir. Ayendra Asmuti, M.Si.

baca juga: Andre Rosiade Serahkan 15 Ribu Alat Tes Swab

Kemudian untuk teknik pemeliharaan unggas serta teknik pembuatan ransum unggas berbasis bahan pakan lokal, disampaikan oleh Dr. Ir. Adrizal, M.Si dan Robi Amizar, S.Pt, M.Si. Praktek pembuatan ransum unggas dipimpin langsung oleh Dr. Ir. Adrizal, M.Si.

"Pembuatan ransum unggas ini menggunakan bahan pakan lokal berupa jagung pipil, ikan kering dan kulit lokan yang banyak tersedia di Nagari Pulau Rajo ini. Kemudian untuk pengolahannya, menggunakan mesin hummermill yang telah dibeli oleh BUMNAG Pulau Rajo," kata Dr. Ir. Adrizal, M.Si.

baca juga: Pengamat Politik Unand Perkirakan Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Rendah, Ini Penyebabnya

Di akhir pelatihan, alumni program Doktor IPB itu berpesan kepada peserta agar senantiasa menggunakan waktu luangnya untuk mengembangkan ternaknya, karena banyak potensi lokal yang selama ini tidak termanfaatkan dapat dijadikan sumber pendapatan.

"Ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak terjual dapat digunakan sebagai sumber tepung ikan untuk pakan unggas . Kulit lokan yang selama ini dijual dengan harga murah, dapat dijadikan sebagai bahan pakan ayam atau itik petelur, karena kulit lokan tersebut terdapat sumber kalsium pembentuk kulit telur," ujarnya.

Satu hal yang tidak kalah penting di Pulau Rajo ini, katanya melanjutkan, adalah jagung hasil pertanian sebahagian masyarakat. Menurutnya, jika jagung tersebut dapat ditampung dengan harga yang lebih memadai, tentunya perekonomian di wilayah Pulau Rajo ini dapat hidup dan berkembang.

Untuk itu kepada BUMNag, LPPM Unand berharap agar lebih meningkatkan perannya sebagai aktor utama dalam pengelolaan bisnis perunggasan di nagari ini. "Daerah ini punya banyak potensi yang berkaitan dengan unggas lokal. Jadi, manfaatkanlah potensi yang ada ini untuk meningkatkan perekonomian kita," ungkap Adrizal.

Salah seorang peserta pelatihan yang akrab disapa Bundo, mengaku puas atas pelatihan yang diberikan oleh LPPM Unand . Apalagi, katanya, pakan unggas yang dibuat juga bisa dimanfaatkan oleh semua peserta untuk pakan ayam dan itik para peserta.

"Kami puas dengan pelatihan ini. Bahkan setelah ini, saya secara pribadi akan mengembangkan usaha ternak ayam kampung yang selama ini telah saya jalani. Kemudian beberapa peserta lainnya, akan mengaplikasikan ilmu yang didapat melalui peternakan itik," katanya.(*)

Penulis: Riki