Indra Catri Sebut TdS tanpa Agam Bagai Gulai Tanpa Sayur

Pembalap TdS melewati tanjakan Kelok 44
Pembalap TdS melewati tanjakan Kelok 44 (KLIKPOSITIF/Halbert)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Bupati Kabupaten Agam, Indra Catri mengatakan bahwa Tour de Singkarak (TdS) tanpa Agam bagaikan gulai tanpa garam.  Ia mengatakan bahwa daerah yang saat ini ia pimpin memiliki dua lokasi untuk mendapatkan gelar King Of Montain (KOM) atau Raja Tanjakan yang salah satunya terletak di Kelok 44.

"Untuk TdS, Kabupaten Agam sangat special dengan pemandangan yang indah dan tantangan untuk Raja Tanjakan," ujarnya di Ambun Pagi Rabu 6 November.

baca juga: Absen Tahun Ini, TdS 2021 Bakal Sampai Riau dan Jambi

Meskipun begitu, Kabupaten Agam menurutnya tidak kecipratan TdS 2019 yang dilaksanakan sejak 2 November 2019 lalu.

"Event Organizernya harus dievaluasi, karena penginapan semuanya tidak di drop ke sini. Tetapi untuk makanan dan logistik di Bukittinggi dari Agam juga. Tidak terlalu masalah," ujarnya.

baca juga: Bungo dan Merangin Jambi Menyatakan Ikut TdS 2020

Ia mengatakan agar TdS 2020 mendatang diharapkan bisa lebih baik pelaksanaannya dibanding saat ini. Pasalnya, daerah yang dilewati ataupun menjadi lokasi start atau finis, tidak mendapatkan dampak yang signifikan.

baca juga: Kritik TdS Tidak Meriah, Indra Catri: EO-nya Harus Cerdas

baca juga: Perdana Masuk Rute TdS, Ini Komentar Warga Sutera Pessel

Seluruh pebalap pada etape kelima Tour de Singkarak (TdS) 2019 berhasil menaklukkan rute maut dengan jarak 206,5 kilometer itu. Rute yang dimulai dari Kota Payakumbuh hingga Kabupaten Agam itu memiliki banyak sekali keistimewaan baik dalam hal olahraga maupun wisata.

Dari sisi olahraga, beberapa pebalap mengakui bahwa rute tersebut sangat berat karena jarak yang jauh dan ditutup dengan tanjakan maut kelok 44.

baca juga: Jesse Ewart Semakin Kokoh di Puncak Klasemen TdS 2019

"Rute kali ini sangat berat dan beruntung saya mampu menyelesaikannya dengan baik," ujar pemenang pada etape kelima TdS 2019, Jonel Carcueva.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pebalap dalam negeri yang berhasil finish pada posisi ketiga, Agung Shabana.

Sementara untuk sisi wisata, jalur tersebut dilalui dan dapat melihat Gunung Marapi dan Singgalang. Ada juga air terjun Lembah Anai.  Di tambah lagi dengan adanya pemandangan Danau Maninjau dari kelok 44 sebagai suguhan terakhir kepada pebalap. 

Halbert Caniago

Penulis: Ramadhani