Ini Penjelasan PDAM Padang Pariaman Terkait Kasus Perusahaan Air Kemasan SMS

Pabrik SMS di Padang Pariaman tampak masih beroperasi
Pabrik SMS di Padang Pariaman tampak masih beroperasi (KLIKPOSITIF/ Rahesa)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Direktur PDAM Padang Pariaman angkat bicara perihal penyegelan perusahaan minuman kemasan merek Sumber Minuman Sehat (SMS) yang memiliki pabrik di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), yang diduga menggunakan air dari BUMD tersebut .

Direktur PDAM Padang Pariaman, Aminuddin mengatakan bahwa besaran tagihan langganan SMS ke PDAM Padang Pariaman sekitar 100 juta rupiah per bulan.

baca juga: Pastikan Penegakan Hukum Tidak Pandang Bulu, LPSK Desak Presiden Turun Tangan di Kasus Djoko Tjandra

BACA JUGA:  Ditreskrimsus Polda Sumbar Periksa Direktur SMS Terkait Dugaan Kasus Penipuan Publik

"SMS memang merupakan pelanggan kami semenjak beberapa tahun lalu," kata Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Padang Pariaman Aminuddin di Parit Malintang, Kamis (7/11).

baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi COVID-19, Dampaknya pada Partisipasi Pemilih

Lebih lanjut Aminuddin menjelaskan, pihak penyedia minuman kemasan itu membayar tagihannya melalui bank yang besarannya disesuaikan dengan penggunaan perusahaan itu yang diukur dengan meteran.

"Air yang digunakan untuk didistribusikan ke SMS tersebut merupakan air Lubuk Bonta yang terletak di Nagari Kapalo Koto, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam," kata dia.

baca juga: Rachmat Gobel Usulkan Transportasi Berbasis Rel Harus jadi Agenda Prioritas Pemerintah

Namun ia mengatakan tidak tahu jika perusahaan SMS memiliki pabrik lainnya di luar wilayah Padang Pariaman.

"Tapi kalau air dari lubuk bonta itu kualitasnya telah teruji dan memiliki kualitas yang baik untuk dikonsumsi. Itu telah diuji lewat labor," ungkap dia.

baca juga: Terkait Pilkada, Haedar Nashir: Konsekuensinya Tanggungjawab Pemerintah

Aminuddin menjelaskan, terkait kasus tersebut pihaknya hanya sebagai penjual jasa, pihak SMS hanya pelanggan seperti yang lainnya.

BACA JUGA:  Tim Advokasi Novel: Laporan Politikus PDIP Ngawur

Pantauan KLIKPOSITIF , di lokasi Pabrik SMS tampak sepi namun masih ada aktifitas keluar masuk kendaraan yang mengangkut produk air minum kemasan.

Salah satu security pabrik tersebut bernama Putra mengatakan pada KLIKPOSITIF , bahwa pemilik tidaj ada di pabrik.

"Semua yang berwenang tidak ada di sini, mereka di Padang. Untuk informasi kami tidak bisa memberikan," kata security itu.

Sebelumnya Polda Sumbar menyegel pabrik minuman kemasan merek SMS di Kabupaten Padang Pariaman yang telah beroperasi di daerah itu hampir 15 tahun yang diduga melanggar Undang-Undang Pangan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen terkait sumber mata air di kemasan produk tersebut. (Rehasa)

Penulis: Eko Fajri