Kepala BNPB: Penanganan Abrasi Pantai di Pariaman Harus Dilakukan Secara Permanen

Kepala BNPB, Doni Monardo saat singgah di penangkaran Penyu Desa Apar.
Kepala BNPB, Doni Monardo saat singgah di penangkaran Penyu Desa Apar. (KLIKPOSITIF/Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Perihal abrasi di Pariaman , Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), Doni Monardo kunjungi Kota Pariaman , Kamis (7/11).

Pada kesempatannya, Doni Monardo didampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman meninjau kawasan pantai Kota Pariaman

baca juga: DPR Minta Pemda Proaktif Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung, BNPB Jangan Lupa Tupoksi

“Melihat kondisi pantai akibat abrasi di daerah itu merupakan ancaman permanen. Solusinya adalah, bagaimana penanganannya juga harus secara permanen,” kata Doni Monardo di Pariaman , Kamis 11 November 2019.

Dia juga menyebutkan solusi permanen yang mungkin dilakukan adalah kombinasi infrastruktur buatan dan infrastruktur alam.

baca juga: Diduga Cabuli Bayi, Perempuan Ini Diamankan Polisi

"Artinya, infrastruktur alam adalah jenis tanaman tertentu dan menjaganya untuk menahan laju abrasi pantai ," sebut dia.

Selain penanaman cemara udang, di sepanjang pesisir pantai di Kota Pariaman juga dapat dilakukan menanam pohon Pinago. Penanaman pohon pinago dan cemara udang adalah yang paling efektif untuk menahan ancaman abrasi.

baca juga: Tradisi Berburu Tikus di Pariaman, Satu Ekor Dihargai Rp2500

Menurut pengakuan dari warga setempat, lanjut doni, ancaman abrasi pantai tersebut sudah terjadi beberapa puluh tahun lalu. Dengan  pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang pantai, ancaman abrasi dapat diatasi. Artinya, tidak separah dengan daerah-daerah lainya.

Terkait hal itu, ia berharap dalam penanganan abrasi dengan penanaman pohon Pinago dan cemara udang dilakukan oleh warga dan komunitas-komunitas yang ada dalam masyarakat itu sendiri.

baca juga: Kasat Reskrim Pariaman Sebut Kasus Pencabulan Lebih Tinggi dari Curanmor

Pantai Kota Pariaman harus diselamatkan dari abrasi. Jika tidak pantai yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata ini akan hilang dan tinggal kenangan. “Kota Pariaman mempunyai pantai yang cukup bagus, jangan sampai Pantai Pariaman yang dikenal sebagai destinasi wisata ini akan hilang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama itu Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan abrasi mengancam di sepanjang pesisir di daerah itu. Untuk mengatasi abrasi tersebut, masyarakat dan pihaknya harus melakukan penanaman pohon pinago.

“Pohon pinago yang tumbuh di sepanjang pesisir pantai Kota Pariaman dapat menahan ancaman abrasi pantai , Selain akar pohon pinago itu cukup kuat, pohon pinago itu cukup besar,” kata dia.

[Rehasa]

Penulis: Iwan R