Sudahi Polemik Radikalisme, Menag: Saatnya Melayani Umat

Menag Fachrul Razi
Menag Fachrul Razi (Kemenag)

KLIKPOSITIF -- Menag Fachrul Razi berharap polemik terkait radikalisme, cadar, dan celana cingkrang disudahi. Pihaknya akan fokus ke depan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh umat beragama.

"Polemik tentang itu sudah clear. Saya minta maaf kalau sampai menimbulkan amarah. Kini, kamk akan fokus melayani seluruh umat beragama seadil-adilnya," ujar Menag usai Raker dengan Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta.

baca juga: Ini Nomor Urut Paslon pada Pilkada Kota Solok 2020

BACA JUGA:  Pemerintah Minta Perbankan Lebih Berkontribusi Terhadap Usaha Mikro

Menurut Menag, proses menemukenali beragam permasalahan umat beragama yang terkait dengan tugas Kementerian Agama terus dilakukan. Pihaknya juga telah mempresentasikan sejumlah program dan kegiatan untuk peningkatan kualitas kehidupan keagaman di Indonesia, baik menyangkut kerukunan, pendidikan agama dan keagamaan, serta haji dan sertifikasi halal.

baca juga: Siap-siap, Apa yang Harus Dilakukan Jika Indonesia Resesi? Ini Jawabnya

"Ada sejumlah target yang sudah dirumuskan. Penguatan moderasi beragama yang sudah masuk dalam RPJMN 2020-2024 juga kan segera diterjemahkan dalam bentuk program konkrit," tururnya.

BACA JUGA:  Ini Pesan Komisi III DPR Untuk Jaksa Agung

baca juga: Hari Tani Nasional: Ini Sejarah Pertanian di Indonesia

"Juga terkait sertifikasi halal yang tahun ini sudah mulai berjalan penyelenggaraannya oleh BPJPH. Jadi kita mau ngebut. Semoga bermanfaat bagi masyarakat," sambungnya.

Tantangan ke depan lainnya yang menjadi konsentrasi Kemenag adalah diberlakukannya UU Pesantren. Menurut Menag Fachrul perangkat regulasi turunannya harus segera disiapkan agar bisa dijalankan.

baca juga: Karena Alasan Ini, Pasangan ESA di Pilkada Pasbar Tunjuk Mantan Wali Nagari Sebagai Ketua Tim Pemenangan

Terkait kerukunan, Menag mengatakan bahwa itu menjadi tugas bersama, seluruh elemen bangsa. "Kami akan menggandeng ormas keagamaan dan stakeholder lainnya untuk bergandengan tangan menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia," tandasnya. (*)

Penulis: Eko Fajri