Begini Cara MTs Muhammadiyah Surantih Wujudkan Milenial Religius

Pekan Maulud MTs Muhammadiyah Surantih
Pekan Maulud MTs Muhammadiyah Surantih (Istimewa )

PESSEL, KLIKPOSITIF - Upaya mewujudkan generasi milenial religius terus menggeliat di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Seperti yang diadakan oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Surantih sejak Selasa (5/11). Perlombaan bidang keagamaan mewarnai Pekan Maulud ke-13 yang ditutup secara resmi Sabtu (9/11).

Kepala MTs Muhammadiyah Surantih, Ajis mengatakan, tantangan generasi milenial dalam menghadapi masa depan sangat berat. Untuk itu, usaha pencerahan menuju kehidupan beragama diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat.

baca juga: Ada Al-Quran Tanpa Al-Maidah 51-57, Ini Kata Kemenag

"Maka sangat perlu melakukan kegiatan penunjang, salah satunya Pekan Maulud ini," kata Ajis di sela perhelatan yang berlangsung hampir seminggu itu.

Menurutnya, menciptakan generasi berprestasi, berprestise dan religius merupakan tantangan bagi semua umat. Sekolah agama mengambil andil besar selain lingkungan keluarga. Sekolah mesti sukses memberikan pencerahan keagamaan dalam membangun semangat belajar anak-anak nagari menuju kehidupan religi berprestasi.

baca juga: Usai Pembekalan, PAI Khusus Kota Solok Siap Terjun ke Masyarakat

Pekan Maulud dapat menjadi wadah adu prestasi bagi peserta didik tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sutera. Prestasi yang diperoleh biasanya melahirkan paradigma keislaman kuat sejak dini. Sisi lain, perlombaan dan prestasi dapat menunjang semaraknya suasana Maulud Nabi SAW 12 Rabiul Awal1441 H.

"Ini sejalan dengan tema yang diusung panitia pada Pekan Maulud ke-13 ini, yakni Mewujudkan Generasi Milenial yang Religius," jelas Kepala Sekolah. Dia berharap, ke depan akan lahir generasi beragama dan berakhlak mulia di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya Kecamatan Sutera.

baca juga:

Ketua Panitia Pekan Maulud ke-13 MTs Muhammadiyah Surantih, Khamsi Hasan mengatakan, perlombaan yang diadakan, yakni Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) putra putri tingkat SD/MI se Kecamatan Sutera. Kemudian, pidato da'i cilik (Pidacil), asmaul husna, kasidah rabana, tahfiz, takraw dan tenis meja. "Peserta terdiri dari 30 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah," kata Khamsi Hasan terpisah.

Menurutnya, peserta merupakan anak pilihan dari masing-masing. Hal itu dibuktikan dengan penampilan ketika lomba. Khamsi Hasan bahkan terkejut dengan potensi peserta. Bila terpelihara dan terbina dirinya sangat yakin akan muncul milenial berilmu agama di tengah-tengah masyarakat.

baca juga:

"Semoga agenda tahunan ini tetap eksis ke depannya," harapnya. Langkah ke selanjutnya, tinggal peran serta semua pihak, lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat untuk melakukan pembinaan. Jangan sebatas perlombaan, peserta diharapkan mampu mengaplikasikan diri di tengah masyarakat. (Kiki Julnasri)

Penulis: Joni Abdul Kasir