Jangan Keliru, TdS Tingkatkan Kunjungan Wisata Pasca Penyelenggaraan

Pembalap TdS 2019
Pembalap TdS 2019 (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Jika ada selama ini beranggapan saat pelaksanaan Tour de Singkarak terjadi gelombang wisatawan mancanegara atau terjadi peningkatan wisata saat TdS berlangsung di Sumatera Barat (Sumbar), anggapan itu salah dan harus diluruskan. Itu artinya, TdS sebagaipemancing wisatawan datang.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjelaskan, jumlah wisatawan yang melancong ke Sumbar akan meningkat usai pelaksanaan TdS, dikarenakan TdS di ekspos oleh berbagai media, baik media lokal, nasional dan Internasional.

baca juga: Bungo dan Merangin Jambi Menyatakan Ikut TdS 2020

"Setiap etape yang dilalui oleh pebalap pasti di ekspos oleh media, dan masyarakat luas pasti akan melihat. Apalagi tahun ini ada rute baru yang dilewati, yakni kawasan Mandeh dan Kerinci," sebutnya.

Dia yakin ivent balap sepeda internasional itu akan terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Sumbar. Kedepan pelaksanaan TdS, Gubernur berharap jumlah keikutsertaan akan terus bertambah, karena saat ini TdS berada di urutan ke 5 dunia.

baca juga: Wagub Sumbar: Kekurangan dan Kelemahan TdS Diperbaiki Bersama

"Kita pasti berharap posisinya terus naik," ungkapnya.

Tahun depan, Irwan Prayitno mengatakan pemerintah Provinsi Sumbar tetap siap melaksanakan balap sepeda yang tahun ini sudah berumur 11 tahun.

baca juga: Berbarengan dengan Pilkada, TdS 2020 Terancam Batal Diselenggarakan

Namun bagi Kabupaten Kota yang tidak bisa berpartisipasi untuk tahun ini atau mungkin juga tahun depan, bukan berarti semangat yang hilang atau menolak, namun karena keadaan keuangan yang terbatas.

Sementara itu Chairman TdS 2019, Nasrul Abit mengatakan pelaksanaan TdS selanjutnya akan dibicarakan lagi dengan Kabupaten/ Kota, kemudian akan dilaporkan kepada Kementerian Pariwisata, bagaimana kedepannya kita cari sponsor agar tidak terlau memberatkan APBD.

baca juga: Evaluasi TdS, DPRD Sumbar: Jangan Lagi Ada Aspal Satu Malam

"Kita berharap Kabupaten/ Kota tetap semangat dalam pelaksanaan TdS, karena seperti yang disampaian oleh Pak Gubernur tadi, efek dari TdS ini bukan saat pelaksanaannya, namun setelah pelaksanaan karena di ekspos oleh berbagai media," jelasnya.

Terkait keikutsertaan Provinsi Jambi tahun depan, Nasrul Abit mengatakan itu tergantung dari evaluasi nantinya. Namun kita berharap yang sudah ikut tahun ini dapat ikut lagi tahun depan.

Sedangkan untuk kemungkinan penambahan etape di Riau dan Bengkulu, hal tersebut tentu perlu di komunikasikan dan persetujuan lagi dengan UCI, ISSI, Kementerian Pariwisata dan Kementerian PU PR.

"Jika masuk Riau dan Bengkulu bisa mencapai 12-13 hari pelaksanaan, sedangkan 9 hari itu sudah waktu yang cukup lama," ungkapnya.

Hal sama juga disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. "Sama, sudah disampaikan gubernur, bahwa saat penyelenggaraan kita promosi besar-besaran, diliput media dan akan dilihat turis Sumbar itu memang indah," ujarnya singkat, Senin, 11 November 2019.

TdS tahun ini menempuh jarak 1.300 km lebih, yang dibagi menjadi 9 etape dan diikuti oleh 18 tim dengan jumlah keseluruhan 108 pebalap. Untuk grand start dilaksanakan di Kota Pariaman, sedangkan grand finish di Kota Padang.

Sebelumnya, pengamat pariwisata Universitas Andalas Sari Lenggogeni menegaskan, pembalap, official dan tim dalam ajang TdS tidak bisa dikategorikan wisatawan mancanegara sebab mereka mutlak berkompetisi.

Dari pantauan KLIKPOSITIF beberapa hari penyelenggaraan juga tidak terlihat gelombang turis yang mencolok kecuali pembalap, official dan tim. Penonton kebanyakan masyarakat lokal yang penasaran dengan TdS dan melihat orang asing melintas di daerah mereka.(*)

Penulis: Joni Abdul Kasir