Sepak Terjang Pradipta Serta Sosoknya di Mata Jurnalis Bukittinggi

Pradipta Putra Pratama (lingkaran merah) foto bersama dengan sejumlah para awak media
Pradipta Putra Pratama (lingkaran merah) foto bersama dengan sejumlah para awak media (Istimewa)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Kasat Narkoba Polres Bukittinggi AKP Pradipta Putra Pratama meninggal dunia sekitar pukul 00.30 WIB di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi , Senin 11 November 2019. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Jatisari Kecamatan Jati Asih Bekasi, Jawa Barat.

Baca : Polres Bukittinggi Meninggal Dunia" href="http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/60292/kasat-narkoba-polres-bukittinggi-meninggal-dunia">Kasat Narkoba Polres Bukittinggi Meninggal Dunia

baca juga: Kapan Pembelajaran Tatap Muka di Bukittinggi Dimulai ? Ini Jawab Dinas Pendidikan

Semenjak bertugas di Polres Bukittinggi pada 8 Juli 2018, Pradipta Putra Pratama yang akrab dipanggil Dipta, langsung tancap gas. Bahkan belum sampai tiga minggu menjabat, Dipta telah mengungkap 10 kasus narkotika di wilayah hukum Polres Bukittinggi . Jika dirata-ratakan, ada tangkapan satu kasus dalam rentang dua hari.

Baca : Polres Bukittinggi Telah Ungkap 10 Kasus" href="http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/35732/belum-3-minggu-menjabat--kasat-narkoba-polres-bukittinggi-telah-ungkap-10-kasus">Belum 3 Minggu Menjabat, Kasat Narkoba Polres Bukittinggi Telah Ungkap 10 Kasus

baca juga: Ramlan Nurmatias: Membangun Memang dengan Beton, Bukan Tepung

Tak hanya saat baru menjabat, Dipta sangat konsisten dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Bukittinggi . Bahkan dalam suatu Operasi Antik yang berlangsung selama dua minggu atau 14 hari pada 18-31 Juli 2019, Dipta bersama timnya berhasil mengungkap 15 kasus. Jika dirata-ratakan, ada pengungkapakan kasus narkotika setiap harinya selama Operasi Antik tersebut.

Baca : Polres Bukittinggi Bekuk 21 Tersangka Kasus Narkoba" href="http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/55077/14-hari-operasi-antik--polres-bukittinggi-bekuk-21-tersangka-kasus-narkoba">14 Hari Operasi Antik, Polres Bukittinggi Bekuk 21 Tersangka Kasus Narkoba

baca juga: Ini Update COVID-19 di Bukittinggi, Total 20 Kasus Sejak Maret Silam

Selain menjabat sebagai Kasat Narkoba, Dipta juga dipercaya menjabat sebagai Ketua tim Jatanras (kejahatan dan kekerasan) Polres Bukittinggi , yang bertugas mengungkap kasus tindak pidana yang berkaitan dengan kejahatan pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, ancaman terhadap keamanan negara, serta kasus perjudian.

Selama menjabat Ketua Tim Jatanras, Dipta telah mengungkap sejumlah kasus yang menonjol, diantaranya kasus penjambretan yang sangat meresahkan warga Bukittinggi dan sekitarnya. Seorang pelaku jambret yang beraksi di 7 lokasi di Kota Bukittinggi - Sumbar berhasil dibekuk pada Rabu 31 Juli 2019 di rumah kontrakannya di kawasan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar sekitar pukul 08.30 WIB.

baca juga: Sudah 4 Hari Gadis Asal Sungai Pua Ini Tak Pulang, Yuk Bantu Mencari

Baca : Bukittinggi Dibekuk di Tanah Datar" href="http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/54997/pelaku-jambret-di-7-tkp-bukittinggi-dibekuk-di-tanah-datar">Pelaku Jambret di 7 TKP Bukittinggi Dibekuk di Tanah Datar

Tak hanya itu, Dipta bersama tim juga berhasil menangkap seorang pelaku pencurian di 15 lokasi wilayah hukum Polres Bukittinggi pada 6 Oktober 2019.

Baca : Bukittinggi " href="http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/58526/mencuri-di-15-lokasi--pelaku-ditembak-polisi-bukittinggi">Mencuri di 15 Lokasi, Pelaku Ditembak Polisi Bukittinggi

Di mata para jurnalis yang bertugas di Bukittinggi , Dipta merupakan sosok yang sederhana, mudah bergaul dengan siapapun.

"Dipta orangnya selalu 'apa adanya'. Beliau sangat baik kepada seluruh wartawan, bahkan antara beliau dan wartawan sudah saling akrab dan sudah menganggap keluarga. Tak jarang beliau datang ke sekretariat Bukittinggi Pers Club (BPC) hanya untuk bersilaturrahmi atau sekedar melepas lelah," ujar Wahyu Sikumbang, Kontributor MNC wilayah Bukittinggi dan sekitarnya.

Senada dengan itu, Ketua BPC Yursil Masri menilai selama menjabat Kasat Narkoba, Almarhum mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap tugas yang diembannya. Selain itu, Almarhum juga dinilai tak kenal lelah dan tak pandang bulu, yang mana pemakai dan pengedar narkotika menjadi target operasinya, sehingga banyak dari mereka yang tertangkap.

"Dari hasil kerja kerasnya mengungkap kasus narkoba, tahun lalu Wali Kota Bukittinggi memberikan penghargaan atas prestasinya itu," kata Yursil Masri.

Sekitar satu tahun menjabat Kasat Narkoba, Pradipta merupakan perwira muda andalan Polres Bukittinggi yang low profile sangat terbuka dan selalu berbagi informasi dengan kalangan wartawan yang meliput di Polres Bukittinggi .

"Almarhum dikenal sangat pintar, cerdas, tidak sombong dan pandai bergaul, beliau sangat dekat dengan kami. Kami merasa kehilangan atas meninggalnya Pradipta. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diampuni dosa dosanya," ungkap Yursil Masri.

Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Bukittinggi Asrial Gindo, atas nama pribadi dan atas nama keluarga besar PWI Bukittinggi  menyampaikan turut berduka dan merasa kehilangan atas meninggalnya AKP Pradipta Putra Ptarama.

Menurutnya, Pradipta selama ini merupakan sosok perwira yang sangat pintar, cerdas, tidak sombong, serta pandai bergaul.

"Ia juga cukup menghargai profesi wartawan, bahkan wartawan tidak saja dijadikanya mitra tapi dianggapnya sebagai teman dan saudara sendiri sehingga tidak salah sejumlah kuli tinta di Bukittinggi sangat dekat dengan almarhum. Ia juga cukup terbuka dengan wartawan terutama tentang kasus kasus Narkoba yang ditanganinya," ujarnya.

"Namun ia sangat ditakuti oleh bandar atau pengedar narkoba di Bukittinggi , karena setiap ada TO, pantang baginya tidak membuahkan hasil sehingga hampir tiap malam ia meringkus pengedar atau penyalahgunaan narkoba di wilayah polres Bukittinggi ," sambungnya. (*)

Penulis: Iwan R