Evaluasi TdS, DPRD Sumbar: Jangan Lagi Ada Aspal Satu Malam

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat mengungkapkan jangan ada lagi aspal satu malam jelang pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat mengungkapkan jangan ada lagi aspal satu malam jelang pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat mengungkapkan jangan ada lagi aspal satu malam jelang pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) jika iven ini masih akan dilaksanakan tahun depan. Hal itu diungkapkan oleh anggota komisi V DPRD Sumbar Syahrul Furqon terkait evaluasi terhadap iven balap sepeda ini.

Ia mengatakan jika ingin iven ini berlanjut, salah satu hal yang perlu diperhatikan yakni perbaikan jalan. "Perbaikan jalan yang dilakukan jelang iven TdS tiap tahunnya adalah hal yang baik namun pemerintah dengan dinas terkait juga harus memastikan waktu pengerjaannya. Jangan dikebut jelang pelaksanaan," katanya saat dihubungi, Senin, (11/11).

baca juga: PKS Belum Tentukan Nama untuk PAW di DPRD Sumbar

Ia pernah menemukan di lapangan perbaikan jalan baru dilakukan saat esok hari para pebalap harus melintasi daerah itu. "Ini kasus yang saya temukan di Dharmasraya dimana pengaspalan baru dilakukan semalam sebelum jalan dilintasi pebalap. Ini kan tidak bagus. Seharusnya ini dikerjakan jauh-jauh hari. Jangan aspal satu malam. Cukup judul lagu saja yang cinta satu malam. Saya mengatakan ini karena saya melihat hal ini terjadi di lapangan. Jangan perbaikan dilakukan pas H-1 pelaksanaan," katanya.

Menurutnya dengan perbaikan jalan yang dilakukan seperti itu, tentunya juga tak memberikan umur panjang terhadap jalan yang diperbaiki. "Sehingga jalan yang bagus itu tidak hanya dirasakan oleh pebalap dan official saja, namun juga bagi warga yang tinggal didaerah itu hingga beberapa tahun yang akan datang," tuturnya.

baca juga: Catatan DPRD Sumbar Terhadap Ranperda Perubahan APBD 2020

Ia berharap jika iven ini masih dilaksanakan kedepannya, perbaikan jalan yang jadi rute bagi pebalap harus diperhatikan khusus oleh pemerintah. "Sehingga persiapan di bagian ini tak hanya sebagai pelepas tanggungjawab semata," tuturnya. (*)

Penulis: Fitria Marlina