Longsor di Lokasi Tambang Gunuang Sariak, Sopir : Baru Kali Ini Ada Korban

Lokasi penambangan tanah clay di Gunuang Sariak Padang
Lokasi penambangan tanah clay di Gunuang Sariak Padang (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF  -- Kejadian longsor yang menimbulkan korban di tambang tanah clay di Kelurahan Gunuang Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang merupakan kejadian perdana sejak puluhan tahun lalu.

"Tambang ini sudah sejak tahun 1996 dan baru kali ini ada korban meninggal dunia di sini," ujar seorang sopir truk yang juga merupakan warga sekitar, Masrizal (42) kepada KLIKPOSITIF .com, Kamis 14 November 2019.

baca juga: H-15 Kemerdekaan RI, Penjual Bendera Mulai Bermunculan

Baca berita terkait :

Longsor , Kenek Alat Berat dan Sopir Truk Tertimbun" href="http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/60510/tanah-tambang-gunung-sariek-kuranji-longsor--kenek-alat-berat-dan-sopir-truk-tertimbun">Tanah Tambang Gunung Sariek Kuranji Longsor , Kenek Alat Berat dan Sopir Truk Tertimbun

baca juga: Wali Kota Padang Imbau Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Sebulan Penuh

Longsor Tanah Clay di Padang Tertimbun saat Sedang Mengisi Tanah" href="http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/60513/korban-longsor-tanah-clay-di-padang-tertimbun-saat-sedang-mengisi-tanah">Korban Longsor Tanah Clay di Padang Tertimbun saat Sedang Mengisi Tanah

Tertimbun Tanah, Korban Ditemukan Dalam Mobil Truk

baca juga: Kasus Positif COVID-19 Terus Terjadi, Pemko Padang Tetap Laksanakan Salat Idul Adha

Ia mengatakan bahwa sebelumnya kejadian tanah longsor di lokasi tersebut sudah sering. Tanah longsor di lokasi itu menurutnya sudah biasa terjadi, tetapi tidak pernah memakan korban.

"Saya menjadi sopir truk untuk mengangkut tanah ini sejak balasan tahun lalu," lanjutnya.

baca juga: Dapat Uang Insentif Rp14,9 Miliar Dari Pusat, Ini Rencana Pemko Padang

Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak diduga oleh pekerja yang ada di lokasi tersebut. Menurutnya, biasanya kalau ada tanah yang akan longsor , ada beberapa tanda-tanda.

"Biasanya kalau ada tanah yang akan jatuh, maka ada tanah dengan bongkahan kecil-kecil yang jatuh. Tetapi saat kejadian tadi tidak ada tanda-tanda seperti itu," lanjutnya.

Karena tidak ada tanda-tanda tersebut, korban tidak bisa memprediksi tanah tersebut akan jatuh dan menimbun lokaso yang ada di bawah.

"Saya saat kejadian berada sekitar 20 meter dari lokasi dan melihat tanah langsung jatuh," lanjutnya.

Pada kejadian tersebut, dua orang korban tertimbun dan salah satunya diketahui meninggal dunia dan satu lainnya masih dicari.

Korban atas nama Sukri alias ) Pak De ditemukan meninggal dunia di dalam mobil truknya yang dihantam oleh tanah longsor .

Sementara korban Arif (21) masih dilakukan pencarian hingga saat ini oleh tim Basarnas yang dibantu oleh masyarakat menggunakan empat unit alat berat.

[Halbert Caniago]

Penulis: Iwan R