Kemenag Salurkan Rp4,8 Triliun untuk Sarpras PTKIN

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Sejak 2015, Kementerian Agama terus meningkatkan sarana prasarana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Total sudah Rp4,801 triliun dana pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang telah disalurkan.

Angka ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi SBSN yang berlangsung di Jakarta, 13-15 November 2019. Tahun 2015, dana yang disalurkan Rp280,90 miliar, 2016 sebanyak Rp894,99 miliar, sedang 2017 sebanyak Rp1,051,68 miliar.

baca juga: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Indonesia Gunakan Metode Farmakologi, Apa Itu?

Tahun lalu, Kemenag menyalurkan dana SBSN untuk PTKIN sebesar Rp1,303,95 miliar. Tahun 2019, bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,269,87 miliar. Jika ditotal hingga 2020, dana SBSN yang disalurkan ke PTKIN diperkirakan mencapai Rp5,89 triliun.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Arskal Salim GP mewanti-wanti agar PTKIN yang mendapat manfaat proyek SBSN 2019 untuk berusaha keras menyelesaikannya pada akhir Desember tahun ini.

baca juga: Kasus Kembali Bermunculan, Zona Hijau COVID-19 di Sumbar Tinggal Empat Daerah

“Bagi yang progressnya masih di bawah 60%, harus lebih keras lagi memacu kontraktor dan berkomitmen untuk tepat waktu. Jangan sampai lewat Desember apalagi sampai tergolong Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) alias mangkrak,” kata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Arskal memberikan apresiasi kepada PTKIN yang progres pembangunannya sudah mencapai 85%, antara lain: IAIN Palopo dan IAIN Fattahul Muluk Papua. “Saya memberikan apresiasi atas capaian SBSN di atas 85%. Namun, masih banyak yang dibawahnya yang perlu di pacu agar meningkat drastis sisa waktu 47 hari lagi," kata Arskal.

baca juga: Menperin Khawatir Virus Baru Akan Muncul dan Lebih Mematikan dari COVID-19

Kepala Biro Perencanaan Setjen Kementerian Agama Ali Rokhmad mengatakan, peningkatan sarana prasarana PTKIN melalui proyek SBSN termasuk dalam program prioritas. Karenanya harus terus-menerus dilakukan peningkatan tata kelola yang baik dan berorientasi pada pengembangan mutu PTKIN.

Ali Rokhmad berharap, dalam pengelolaan SBSN, para pihak harus berkoordinasi dan kolaborasi. “Kita tidak bisa bekerja sendiri karena ini tugas dan amanah maha penting yang harus dikerjakan bersama,” kata Ali.

baca juga: Ada Dana POP, Kemendikbud Diminta Subsidi Pendidikan Jarak Jauh

Alumni IAIN Walsongo ini menegaskan melalui SBSN, ratusan gedung sarana dan pasarana pendidikan telah terbangun dengan baik dan telah meningkatkan animo masyarakat untuk studi pada PTKI. “Ini dampak langsung yang menggembirakan dengan adanya proyek SBSN, dan ini patut menjadi kebanggaan sebagai keluarga besar PTKIN,” katanya.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori mengatakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi SBSN dimaksudkan untuk mengetahui progres report pelaksanaan proyek SBSN dan mempersiapkan pengajuan proposal SBSN pada tahun 2021 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138 tanggal 7 Oktober 2019.

Selain itu, lanjut Ruchman, rakor juga untuk membahas solusi atas berbagai masalah tata kelola SBSN. Hadir memberikan pencerahan, Direktur Pendidikan dan IPTEK Bappenas RI Hadiat.

Kegiatan diikuti oleh Wakil Rektor II PTKIN se-Indonesia, PPK dan sejumlah Pokja SBSN, Zainab Nurohmah dari Bappenas RI, Kasi Sarpras PTKIN M. Nuryasin, Kasi Sarpras PTKIS Otisia Arinindiyah dan Kasi Kemahasiswaan Amirudin Kuba. (*)

Penulis: Eko Fajri