Seperti Apa Idealnya Sosok Calon Wali Kota di Mata Akademisi Bukittinggi?

Zainal Abidin
Zainal Abidin (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Sejumlah nama mulai bermunculan dan diantaranya telah ada yang mendaftarkan diri ke partai, berharap diusung sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bukittinggi pada Pilkada 2020 mendatang.

Mereka yang berkeinginan untuk maju tersebut berasal dari berbagai kalangan, baik dari politisi, pengusaha, birokrat dan sebagainya. Lalu, seperti apa sosok idealnya seorang bakal calon wali kota di mata akademisi?

baca juga: Sandiaga Jadi Timses Menantu Jokowi, Analis: Dari Seri A ke Seri C

Akademisi dari Universitas Fort de Kock Bukittinggi , Zainal Abidin, menilai sosok bakal calon wali kota Bukittinggi haruslah menunjukan prilaku baik dan dekat dengan masyarakat, baik sebelum mencalon, saat mencalon, ketika menjabat hingga usai menjabat.

Selama ini Ia menilai, ada beberapa pejabat yang hanya dekat ke masyarakat saat akan mencalon hingga menjabat, tapi ketika tidak mencalon atau ketika tidak menjabat lagi, enggan untuk bergaul dengan masyarakat. Menurutnya, prilaku tersebut bukan sosok pemimpin sejati.

baca juga: Bawaslu: Wali Nagari yang Ikut Politik Praktis Pemenangan Paslon Bisa Dipidana

Selain itu, calon pemimpin menurutnya harus punya keinginan yang kuat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Zainal Abidin menilai, selama ini ada pejabat yang hebat saat menyusun program, namun lemah saat penerapan di lapangan, sehingga ketimpangan ekonomi masyarakat sulit untuk diatasi. Sinergisitas dari berbagai kalangan menurutnya penting untuk dilakukan jika ingin maju.

"Jangan biarkan masyarakat jalan sendiri, semuanya harus bersinergi. Bukittinggi dikenal dengan Kota Wisata dan Kota Perdagangan. Jika ingin mengangkat pedagang kecil, mereka harus dilibatkan dalam program wisata. Misalnya, sebelum menuju tempat wisata, wisatawan harus melintasi pedagang kecil sehingga ada kemungkinan taraf ekonomi pedagang kecil meningkat. Pihak hotel misalnya juga harus mempromosikan produk UMKM lokal, begitu sebaliknya, jadi semuanya harus bersatu dan bersinergi," jelas Zainal Abidin.

baca juga: Jalan Bukittinggi-Medan Amblas, Berpuluh Kendaraan Antri

Zainal melanjutkan, Pemko Bukittinggi juga pernah mencanangkan Bukittinggi sebagai Kota Pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, menurutnya, calon pemimpin nantinya harus bisa menggandengkan dunia pendidikan dengan wisata dan perdagangan. Ia mencontohkan, Kota Bandung bisa maju, ramai dan kualitas pendidikan masyarakatnya tinggi, karena adanya kampus.

Dengan banyaknya kampus menurutnya akan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar, karena semakin banyak mahasiswa semakin banyak masyarakat yang membuka tempat usaha atau membuka jasa sewa rumah. Selain itu, kehadiran kampus menurutnya juga akan membuat pola berdagang masyarakat juga akan ikut maju, karena menyesuaikan dengan kebutuhan para intelektual.

baca juga: Refly Harun Dorong KPU Ciptakan Aturan Baru Soal Pilkada

Calon pemimpin menurutnya juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sehingga tidak kaku saat menjalani era revolusi industri 4.0 yang serba digital. Untuk mencapai itu, calon pemimpin menurutnya harus bisa meng-upgrade pola pikirnya jauh ke depan, serta berani membuat terobosan baru, tidak mengcopy paste program tiap tahunnya.

Terkait program kepariwisataan, menurutnya sosok pemimpin nantinya harus mampu mendengar dan merasakan apa kebutuhan dan keinginan dari wisatawan.

"Sekali-kali coba posisikan sebagai orang luar Bukittinggi . Rasakan, apa yang kurang, apa yang perlu dibenahi. Kalau orang mau ke Bukittinggi , pasti dia berpikir, jalannya macet atau tidak, naik kendaraan apa, parkir di mana, sampai di sana mau ngapain, mau belanja ke mana, mau nginap di mana, nyaman atau tidak jalan-jalannya. Jangan sampai wisatawan kecewa hanya gara-gara parkir, hanya gara-gara makan mahal dan sebagainya," papar Zainal Abidin.

"Siapapun yang terpilih nantinya menjadi Wali Kota Bukittinggi , diharapkan bisa mengatasi berbagai keluhan masyarakat, bisa mencarikan solusi terkait masalah yang dihadapi masyarakat, serta betul-betul harus berbuat untuk kepentingan masyarakat banyak," sambungnya. (*)

Penulis: Iwan R