Ini Hasil Penelusuran Sementara Ombudsman Terkait Jenazah yang Ditahan di M Djamil

Ombudsman Sumatera Barat mengatakan kasus jenazah yang dibawa dengan Ojek Online dari Rumah Sakit M. Djamil Padang sedang dalam penulusuran.
Ombudsman Sumatera Barat mengatakan kasus jenazah yang dibawa dengan Ojek Online dari Rumah Sakit M. Djamil Padang sedang dalam penulusuran. (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ombudsman Sumatera Barat mengatakan kasus jenazah yang dibawa dengan Ojek Online dari Rumah Sakit M. Djamil Padang sedang dalam penulusuran. Informasi awal yang berhasil dihimpun Ombudsman menyebutkan bahwa jenazah di bawa saat sedang melakukan pengurusan administrasi.

"Hasil penelusuran yang kita lakukan, Jenazah meninggal kurang lebih pukul 09.30 Wib. Setelah itu jenazah di bawa ke ruang jenazah. Saat berada di ruang jenazah, pihak keluarga melakukan pengurusan administrasi ke bagian keuangan. Pada saat melakukan pengurusan administrasi di bagian keuangan, kurang lebih antara pukul 11.00 dan 12.00 Wib jenazah sudah dibawa dengan ojek online ke luar area rumah sakit," kata Asisten Ombudsman Sumatera Barat, Adel Wahidi saat dihubungi, Selasa, 19 November 2019.

baca juga: Bantu Percepatan Kesembuhan, Manajemen RSUP M. Djamil Ajak PDP COVID-19 Senam Gembira

BACA JUGA: Bantah Tahan Jenazah Bayi, Ini Penjelasan Pihak RSUP M Djamil

Ia mengatakan saat dibawa dengan ojek online, petugas di ruang jaga hanya bisa melepaskan jenazah yang akan dibawa. "Jadi saat pengurusan administrasi masih berlangsung, jenazah sudah dibawa dengan ojek online. Ini yang masih kita telusuri. Karena keterangan ini baru kita dapat dari pihak rumah sakit. Sedangkan dari pihak keluarga belum," tuturnya.

baca juga: Mulai Hari Ini, Setiap Pasien IGD RSUP Dr M Djamil Padang Dilayani Sesuai Standar COVID-19

Menurutnya saat ini pihaknya masih menelusuri apa sebenarnya yang terjadi saat pengurusan administrasi ke bagian keuangan. "Apakah memang lama pengurusan di bagian keuangan sehingga pihak keluarga tak sabar. Ini yang masih kita telusuri. Karena saat ini kita masih belum bisa menghubungi pihak keluarga," jelasnya.

BACA JUGA: BPJS Belum Tunaikan Tunggakan, Empat Rumah Sakit di Sumbar Terancam Tak Bisa Beroperasi

baca juga: Diduga Terlantarkan Pasien Bayi Hingga Meninggal, Ini Klarifikasi Dirut RSUP Dr M Djamil Padang

"Motivasi membawa ini yang masih kita telusuri. Berapa lama pengurusan administrasi terkait bangsal, dll. Ini yang masih kita lakukan," tuturnya.

Sebelumnya informasi yang beredar di media sosial dan masyarakat adalah pasien berobat dan tak bisa membayar biaya pengobatan yang berjumlah jutaan rupiah. "Namun setelah kita telusuri dari pihak rumah sakit, ini laporan yang kita dapatkan. Hingga saat ini kita masih menunggu keterangan dari keluarga sehingga proses ini masih berlangsung," jelasnya.

baca juga: Terkait Status Wawako Solok di FB, Ini Klarifikasi RSUP Dr M Djamil Padang

Sebelumnya adanya informasi yang beredar di media sosial, tentang adanya seorang bayi atas nama Khalif Putra (6 bulan) yang meninggal akibat sakit kelenjer getah bening dan tidak bisa dibawa pulang oleh pihak keluarga kerena harus menyelesaikan tunggakan yang mencapai Rp24 juta. (*)

Penulis: Fitria Marlina