Polres Limapuluh Kota Sampaikan Hasil Uji Labor Sampel Air Batang Maek dan Limbah PT BBP

Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Anton Luther (tengah) memperlihatkan hasil uji labor.
Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Anton Luther (tengah) memperlihatkan hasil uji labor. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Polres Limapuluh Kota menyampaikan hasil uji labor terhadap sampel air sungai Batang Maek dan limbah tambang PT Berkat Bhineka Perkasa (BBP) yang sebelumnya disebut-sebut sebagai penyebab matinya ribuan ikan di aliran Sungai Batang Maek di Nagari Tanjuang Pauah dan Tanjuang Bolik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota , beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota , AKP Anton Luther menyebut, berdasarkan hasil uji labor yang dilakukan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Barat terhadap dua sampel air tersebut.

baca juga: Tidak Terawat, UMSB Rencana Bangun Replika Markas Syafruddin Prawiranegara di Koto Tinggi Limapuluh Kota

"Dari uji sampel yang dilakukan tersebut diketahui tidak ada zat yang membahayakan. Itu hasil yang dikeluarkan UPTD Laboratorium Kesehatan Sumbar," kata Anton Luther, Selasa (21/11).

Dikatakannya, dalam mendalami kasus tersebut, pihaknya sudah memintai keterangan dari 6 orang saksi, termasuk Jorong Panang Nagari Tanjung Balik.

baca juga: Segmen Sianok Cukup Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Kuat di Sumbar

"Dari informasi dan hasil penyeledikan yang kita lakukan tersebut, pada hari H, ikan-ikan tersebut sebagian besar pusing-pusing dan kalau dipindahkan ke air jernih maka bisa hidup kembali. Untuk dikonsumsi ikannya juga aman dan sehat," jelasnya

Masih dari informasi warga, ia menyebut kalau matinya ikan di Batang Maek itu bukan kali pertama. Namun sudah sempat terjadi beberapa tahun lalu.

baca juga: New Normal, Bagaimana Kondisi Perbatasan Sumbar-Riau di Limapuluh Kota?

"Ada yang satu kali setahun ataupun dua tahun sekali ikan mati. Penyebabnya belum dipastikan apakah karena hujan atau hal lain," kata AKP Anton Luther.

Berdasarkan laporan hasil uji UPTD Laboratorium Kesehatan Sumbar dengan nomor LHU: 5485/LHU/LK-SB/XI/2019 dari sampel air Sungai Batang Maek menunjukkan hasil bahwa untuk Biochemical Oxygen Demand (BOD5) dalam satuan miligram perliter ditemukan 1,47 dengan buku mutu 3, Cromium Total (Cr) dalam satuan miligram perliter <0,010, Kadmium (Cd) dalam satuan miligram perliter kecil dari 0,003 dengan buku mutu 0,01, Mangan (Mn) dalam satuan miligram perliter 0,703, Oksigen Terlarut (DO) dalam satuan miligram perliter 6,37 dengan buku mutu besar dari 4, Seng (Zn) dalam satuan miligram perliter 0,520 dengan buku mutu 0,05.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Canangkan Era Kenormalan Baru di Lima Puluh Kota.

Selanjutnya, Timbal (Pb) dalam satuan miligram perliter 0,020 dengan buku mutu 0,03, Zat Padat Terlarut (TDS) dalam satuan miligram perliter 26,2 dengan buku mutu 1.000, Zat Padat Tersuspensi (TSS) dalam satuan miligram perliter 63,0 dengan buku mutu 50, pH 7,11 dengan buku mutu 6,0-9,0, Besi (Fe) dalam satuan miligram perliter 2,60, COD dalam satuan miligram perliter 15,8 dengan buku mutu 25, Minyak dan Lemak dalam satuan miligram perliter kecil dari 0,345 dengan buku mutu 0,75, Tembaga (Cu) dalam satuan miligram perliter 0,073 dengan buku mutu 0,02.

Sementara laporan hasil uji UPTD Laboratorium Kesehatan Sumbar dengan nomor LHU: 5508/LHU/LK-SB/XI/2019 dari sampel Limbah tambang timah, untuk Biochemical Oxygen Demand (BOD5) dalam satuan miligram perliter ditemukan 3,69 dengan buku mutu 150, Kadmium (Cd) dalam satuan miligram perliter kecil dari 0,115 dengan buku mutu 0,01, Cromium Total (Cr) dalam satuan miligram perliter 0,186 dengan buku mutu 1, Mangan (Mn) dalam satuan miligram perliter 2,43 dengan buku mutu 5, Minyak dan Lemak dalam satuan miligram perliter kecil dari kecil dari 0,345 dengan buku mutu 20.

Kemudian Oksigen Terlarut (DO) dalam satuan miligram perliter 3,64, Seng (Zn) dalam satuan miligram perliter 0,625 dengan buku mutu 10, Tembaga (CU) dalam satuan miligram perliter 0,069 dengan satuan mutu 3, Timbal (Pb) dalam satuan miligram perliter 0,051 dengan buku mutu 1, Zat Padat Terlarut (TDS) dalam satuan miligram perliter 54,59 dengan buku mutu 4.000, Zat Padat Tersuspensi (TSS) dalam satuan miligram perliter 572 dengan buku mutu 400, pH 7,30 dengan buku mutu 6,0-9,0, Besi (Fe) dalam satuan miligram perliter 0,484 dengan buku mutu 10, COD dalam satuan miligram perliter 15,8 dengan buku mutu 25, COD dalam satuan miligram perliter 15,8 dengan buku mutu 300.

Kedua laporan hasil uji tersebut ditandatangani oleh Penanggung Jawab Laboratorium Kesehatan Masyarakat UPTD Laboratorium Kesehatan Sumbar, Adi Hartono. Untuk tanggal pengambilan sampel dilakukan pada 28 Oktober 2019 dan waktu pengujian dari 28 Oktober sampai 7 November 2019. (*)

Penulis: Taufik Hidayat