BPBD Agam Perkirakan Kerugian Akibat Banjir Bandang Capai Rp2 Milyar

Seorang warga memungut kursi roda bayi dari lokasi banjir bandang di Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Rabu malam (20 November 2019)
Seorang warga memungut kursi roda bayi dari lokasi banjir bandang di Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Rabu malam (20 November 2019) (KLIKPOSITIF/ Halber)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupeten Agam memperkirakan kerugian akibat banjir bandang yang terjadi di Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Rabu malam (20 November 2019) mencapai loebih kurang Rp 2 milyar.

Kepala BPBD Kabupaten Agam , Muhammad Lutfi mengatakan, kerugian tersebut dicatat atas kerusakan bangunan rumah warga akibat bencana alam itu.

baca juga: Sanggah Menag, Menko PMK Tegaskan Masjid Istiqlal Belum Bisa untuk Salat Id

"Dari catatan kami, sebanya 15 rumah rusak dengan rincian 10 unit rumah rusak ringan, tiga unit rumah rusak parah dan dua unit rumah hanyut. Tidak hanya itu, ada dua fasilitas umum yakni masjid dan sekolah yang juga mengalami kerusakan cukup parah, dengan perkiraan kerugian materil mencapai Rp 2 Milyar," ujarnya, Jumat 22 November 2019.

BACA JUGA:  Dihantam Banjir Bandang di Agam , Bupati Tinjau Lokasi Pagi Ini

baca juga: Pendapatan Negara Jeblok, APBN Defisit Rp 257,8 Triliun

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pembersihan jalan yang berada di lokasi tersebut agar lalu lintas kembali bisa dilalui.

"Untuk hari ini, kami fokus pada pembersihan jalan dan pembersihan beberapa rumah warga yang berisi lumpur," jelasnya.

baca juga: Booming Sepeda Sanki di Payakumbuh, Minions Rider Restorasi Sepeda Jadul Jadi Trendi

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pol PP Damkar Agam Kurniawan Syahputra mengatakan, banjir disertai longsor itu terjadi pada Rabu malam, sekitar pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA:  Pemkab Agam Distribusikan Air Bersih untuk Korban Banjir Bandang

baca juga: Deteksi COVID-19, Pemkab Solok Lakukan Pool Test pada 30 Kluster

Hujan deras melanda wilayah Tanjung Raya membuat debit air melebihi sungai. Longsoran membawa material batu dan kayu sehingga mengenai rumah dan menutup akses jalan," kata Kurniawan.

Material banjir disertai material tanah dan batu sampai menutup akses jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri