Pasca Banjir Bandang di Agam, Ini Kondisi MDTA Muhammadiah Galapuang

Kondisi MDTA Muhammadiah Galapuang yang tengah dibersihkan pasca banjir bandang yang terjadi di Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam
Kondisi MDTA Muhammadiah Galapuang yang tengah dibersihkan pasca banjir bandang yang terjadi di Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam (KLIKPOSITIF/ Halber)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Pasca banjir bandang yang terjadi di Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam , Rabu malam (20/11) siswa Madrasah Diniyah Tamiliyah Awaliah (MDTA) Muhammadiah Galapuang diliburkan.

Peliburan tersebut dilakukan dalam waktu yang tidak ditentukan oleh pihak sekolah. "Kami meliburkan siswa sejak tadi pasca longsor yang terjadi kemarin," ujar Kepala Sekolah MDTA Muhammadiyah, Arina, Jumat 22 November 2019.

baca juga: UEA Targetkan Ada 200 Imam Masjid asal Indonesia

Ia mengatakan, sebanyak empat ruang kelas sekolahnya habis terendam material longsor usai peristiwa banjir bandang tersebut.

"Semua fasilitas sekolah seperti alat tulis kantor (ATK) beserta alat-alat penunjang terendam lumpur dan bebatuan setinggi 1 meter lebih," lanjutnya.

baca juga: Kalung Anti Corona, DPR: Jika Bantuan Pemerintah Akan Kuras APBN

BACA JUGA:  BPBD Agam Perkirakan Kerugian Akibat Banjir Bandang Capai Rp2 Milyar

Menurutnya, yang rusak di dalam kelas tersebut berupa buku-buku pelajaran, Alquran, buku Iqro, buku tulis, meja, bangku, rebana, load speaker dan beberapa peralatan lainnya.

baca juga: Viral Video Skripsi Dibuang, Fadli Zon: Kekayaan Intelektual Diperlakukan Seperti Ini

Hingga Jumat sore, dua ruang kelas MDTA sudah selesai dibersihkan. Ia berharap semua ruang kelas segera dapat dibersihkan supaya aktivitas belajar mengajar dapat dimulai kembali.

MDTA Muhammadiyah Galapuang merupakan tempat belajar mengaji, membaca Alquran dan ilmu agama Islam lainnya buat siswa siswi tingkat SD. Nilai yang diberikan MDA ke kepada siswa akan diintegrasikan ke nilai mata pelajaran Agama Islam di sekolah dasar masing-masing murid.

baca juga: 70 Persen Kuota Haji 1441 Hijriah untuk Ekspatriat, Ini Ketentuannya

"Biasanya setiap hari murid-murid di MDA ini mulai belajar pukul 13.30 WIB sampai 15.30 WIB," lanjutnya.

Menurutnya, jumlah murid yang terdaftar di MDA Muhammadiyah Galapuang sebanyak 55 orang yang tediri dari 4 kelas.

Rencananya MDTA ini akan melaksanakan ujian akhir sekolah pada 25 November 2019 mendatang. Namun, karena ada kejadian bencana, ujian harus ditunda sampai kondisi bangunan sekolah dapat difungsikan kembali.

Ia mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai bantuan yang didapatkan MDA Muhammadiyah Galapuang untuk pemulihan. Menurutnya, sekolah tersebut dibiayai oleh donatur dari Muhammadiyah Pusat Jakarta sebanyak Rp 1 juta perbulan.

"Mengenai bantuan saya belum tahu. Berharap sekolah bisa diaktifkan saja dulu," ujar Arina. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri