Pawang Sentak Ilau Inyiak Balang Sungai Liku

Tari Sentak Ilau
Tari Sentak Ilau (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pawang-pawang sedang sibuk membaca mantra, bersilat mengeluarkan jurus dan cakar. Pertempuran seimbang sedang terjadi antara pawang dan Inyiak Balang (sebutan harimau di Minangkabau).

Sebab, beberapa hari belakangan masyarakat disekitar Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan mulai terganggu dengan keberadaan Inyiak yang mulai mengaung-ngaung mendekati pemukiman warga.

baca juga: Bukan Macan Dahan, BKSDA Sumbar Pastikan Hewan yang Terperangkap di Padang Pariaman Anak Harimau Sumatera

Harimau lapar itu telah memakan ternak pendukung setempat, jika terus dibiarkan kemungkinan penduduk juga akan menjadi korban berikutnya. Pawang dan pandeka basilek maejang langkah (pawang dan pendek bersilat) melawan Inyiak.

Asap kemenyan mengepul mengeluh bau mistik, tangan-tangan pawang yang kekar itu mulai mencakar-cakar dan berubah jadi lentur setelah mendapat sentuhan Desi Armanisa, Koreografer muda Tari Sentak Ilau yang dipentaskan Sanggar Seni Nan Gombang, Kamis malam (21/11) di Galanggang Palito Nyalo Pauh Padang.

baca juga: BKSDA Agam Pantau Harimau Sumatera yang Masuk Kampung dan Serang Ternak Warga

Tari Sentak Ilau merupakan ritual masyarakat Sungai Liku mengusir harimau yang sedang mengamuk dan masuk pemukiman penduduk. Dalam ritual ini harimau ditangkap dan dikembalikan ke habitatnya.

"Berasal dari ritual penangkapan ilau atau ritual bailau dari sungai lintu, dari proses itu dibuatlah menjadi sebuah karya seni tari . Itulah karya tari dari proses ritual ilau," kata Desi mulai menjelaskan proses ritual menjadi tari .

baca juga: Harimau Sumatra di Gantung Ciri Solok Masuk Perangkap

Penggabungan tari dasar seperti silat harimau tari rantak kudo dan buai buai dalam Sentak Ilau membuat penonton semakin hanyut seolah mereka masuk dalam konflik sosial harimau dan manusia yang harus diselesaikan tanpa mencedrai satu sama lain.

"Banyak makna yang terkandung dalam tari tersebut, mulai dari hubungan sosial manusia dan hewan (lingkungan), ancaman dan mistik dibingkai menjadi karya seni dan tetap mengedepankan etika dan estetika," ujar alumni Institut Seni Padang Panjang itu.

baca juga: Kambing Warga di Padang Pariaman Dimangsa Harimau Dahan

Pimpinan Sanggar Seni Nan Gombang, Hosrizal Yaman menjelaskan, pengadopsian Sentak Ilau atau ritual mengusir harimau menjadi sebuah tari melalui proses yang panjang. Bahkan saat pementasan, mantra asli tidak dibacakan sebab jika dibaca akan datang Inyiak.

"Kalau mantra asli diucapkan dalam pementasan harimaunya datang. Jadi dalam pementasan diganti," ujarnya.

Dalam perjalanannya, sejak 2018 tari Sentak Ilau bermetamorfosis menjadi tari kontemporer. Pernah dipentaskan di lampung, Jakarta bahkan Selandia Baru. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir