Ketua DPRD Sumbar Minta Pemkot Pariaman Serius Awasi Penyeberangan Kapal Wisata

Pulau Angso Duo
Pulau Angso Duo (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi meminta Pemerintah Kota Pariaman serius meningkatkan pengawasan terhadap kapal wisata yang ada di daerah itu.

"Kemarin ada kapal karam dan jatuh korban jiwa dan sebelumnya juga pernah ada kapal karam, tentu pengawasan yang dilakukan masih lemah," katanya Selasa, 29 Oktober 2019.

baca juga: Bank Nagari Bantu Rp175 Juta Untuk Mempercantik Objek Wisata Talao Pauh Pariaman

Ia mengatakan dalam meningkatkan pengawasan pemkot dapat menggandeng berbagai elemen di daerah itu mulai dari kepolisian, TNI, KSOP dan lainnya sehingga penyeberangan dari darat ke Pulau Angso Duo dan pulau lainnya dapat berjalan lancar. "Jarak pantai ke pulau kan tidak jauh dan seharusnya kecelakaaan ini tidak terjadi," katanya.

Ia mengatakan Pulau Angso Duo telah dikenal oleh wisatawan baik lokal maupun nusantara bahkan dunia. "Kejadian ini tentu akan membangun preseden buruk bagi pariwisata Kota Pariaman ," katanya.

baca juga: Cegah Covid-19, Desa Tungkal Selatan Bagikan Masker Bagi Masyarakat

Ia mengapresiasi langkah Pemkot Pariaman yang menghentikan aktivitas penyeberangan dan membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap perosalan ini. "Saya rasa yang harus dilakukan adalah memberikan rasa aman bagi wisatawan yang datang ke sana dan kuncinya adalah pengawasan," katanya

Sebelumnya seorang wisatawan asal Kota Bukittinggi, Sumatera Barat tewas di pantai Gandoriah, Kota Pariaman saat menuju Pulau Angso Duo yang diduga akibat tingginya ombak serta kapal yang ditumpanginya bocor sehingga kapal yang ditumpangi karam.

baca juga: Genius Umar Gelar Rapat Tanggap Cepat Penanganan Covid di Kota Pariaman

"Yang tewas itu Masyirida (45) yang merupakan guru di SMPN 1 Palupuah," kata Kepala SMPN 1 Palapuah Tambril yang juga merupakan salah satu korban yang selamat pada peristiwa naas saat dijumpai di RSUD Pariaman.

Ia mengatakan saat kapal baru mulai berlayar dia telah merasakan hempasan ombak yang kuat sehingga penumpang kapal basah oleh air laut. Setelah beberapa berselang, lanjutnya air laut menggenangi kapal padahal anak buah kapal telah menimba air keluar.

baca juga: Cegah Covid-19, Tim Satgas Kota Pariaman Patroli ke Tempat Ibadah

Tidak berapa lama berselang, kata dia sebagian wisatawan mulai menggunakan pelampung yang telah disediakan namun akhirnya kapal tenggelam. "Tidak berapa lama kapal terdekat mulai membantu kami,"katanya.

Ia menyebutkan wisatawan pada kapal tersebut berjumlah 16 orang yang terdiri dari 12 orang dari rombongan SMPN 1 Palupuah dan empat orang mahasiswa asal Padang.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh ada delapan wisatawan lainnya yang menumpang di kapal naas itu, yang terdiri dari enam orang dari Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman dan dua orang dari Agam.

Selain korban tewas, ada seorang wisatawan lainnya yang perlu dirawat intensif. Korban tersebut merupakan rombongan dari SMPN 1 Palupuah. (*)

Penulis: Fitria Marlina