Jembatan Lubuk Napa Padang Pariaman Tidak Juga Diperbaiki, Warga Kecewa

Kondisi Jembatan Lubuk Napa
Kondisi Jembatan Lubuk Napa (Istimewa)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Masyarakat Padang Sago, Padang Pariaman sayangkan tidak ada respon Pemerintah terhadap perbaikan jembatan Lubuk Napa yang putus hampir satu tahun tersebut. Jembatan penghubung Padang Sago dengan jalan Kiambang- Malalak itu putus bersamaan dengan jembatan Kayu Tanam pada Desember 2018 yang lalu.

Namun, hingga saat ini jembatan itu tidak ada upaya pebaikan oleh pemerintahan Kabupaten atau pihak terkait. Berbeda dengan jembatan Kayu Tanam yang memang terletak di jalur utama, hitungan beberapa bulan saja, jembatan jalur utama Sicincin- Bukittinggi itu telah dibangun baru.

baca juga: Ini Daerah-daerah di Padang Pariaman yang Miliki Potensi Bencana Alam

Semenjak putusnya jembatan yang menjadi akses masyarakat Padang sago itu hanya dibikin jembatan darurat dengan menggukan kayu, dan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Itu pun jika tidak hati-hati jaga bisa berakibat fatal terhadap masyarakat yang melintasi jalur tersebut.

" Jembatan ini sudah hampir dua tahun, tidak ada perbaikan sedikitpun, sekarang hanya jembatan darurat yang dibikin masyarakat dari batang kelapa dan dilantai dengan papan, hanya bisa dilewati kendaraan roda dua," kata Ali Rozi warga Punco Ruyung, Kecamatan Padang Sago, Senin (25/11).

baca juga: Tragis, Sopir Angkot di Pasar Lubuak Aluang Jadi Korban Penusukan

Ia menyampaikan, penyeberangan darurat yang dibangun berdasarkan swadaya masyarakat itu saat ini kondisinya juga sudah memperhatinkan, karena terbuat dari papan dan sudah ada yang lapuk.

" Jembatan ini persis letaknya tidak jauh dari SMA N 1 Padang Sago, dan sangat banyak dilewati siswa dan masyarakat," katanya.

baca juga: Polres Pariaman dan Padang Pariaman Tangkap Kelompok Pencuri Motor

Untuk melewati Jembatan ini, pengendara roda dua yang berboncengan harus turun terlebih dahulu. Jika tidak, akan motor tidak bisa melewati jembatan itu selain kodisinya yang sudah mualai rapuh, juga disebabkan kemiringan jembatan tersebut.

Senada dengan itu, pengguna jalan lainya Ilham mengatakan kerana putusnya jembatan ini membuat masyarakat yang mengunakan roda empat harus mencari jalan alternatif ke Lubuk Tano dan ke Pasar Tandikat.

baca juga: Pasien Positif COVID-19 Asal Payakumbuh Meninggal Dunia di RSUD Padang Pariaman

"Biasanya kami membawa hasil tani melewati jalur ini, karena jembatan putus kami harus memutar ke jalan lain, tentunya akan lebih jauh," katanya.

Jangankan dengan mobil, hasil tani yang dibawa menggunakan keranjang dengan motor saja tidak bsa melewati jembatan itu. Dengan demikian membuat masyarakat kesulitan, untuk itu masyarakat meminta agar ada perhatian pemerintah terhadap kondisi ini.

"Sampai sekarang belum ada tanda-tanda jembatan ini diperbaiki, dulu memang ada yang meninjau jembatan ini tetapi hingga saat ini belum ada yang diperbaiki, kami berharap jembatan ini cepat dibangun," katanya.

[Rehasa]

Penulis: Iwan R