BNPB Tekankan Penanganan Bencana Kedepankan Pendekatan Pentahelix

Longsor di Maninjau
Longsor di Maninjau (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Direktur Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), Rustian mengatakan, bahwa dalam menrekontruksi dan merehabilitasi bencana mesti mengedepankan pendekataan pentahelix antar sektor.

"Pendekatan itu lebih menitikberatkan semangat kegotongroyongan seluruh sumber daya dan kearifan lokal di mana bencana terjadi, seperti koordinasi antar pemerintah pusat, daerah dan stakeholder terkait," ujarnya saat membuka kajian tata kelola peralatan PB, di Hotel Pangeran, Senin (25/11).

baca juga: LIPI Temukan Endapan Tsunami Berusia 300 Tahun, Dipastikan Terjadi Berulang

Menurutnya, dengan perlibatan para pihak dalam perencanaan, implementasi, dan pemantauan proses pembangunan kembali yang lebih baik, termasuk pemerintah daerah, masyarakat setempat, pakar dan akademisi, media, serta sektor swasta. Pentahelix adalah lima jalinan yang terdiri dari kata ‘penta’ adalah lima dan ‘helix’ adalah jalinan.

"Pendekatan ini, kami sebut pentahelix yang memprioritaskan penggunaan konteks lokal, kearifan lokal, sumber daya lokal sesuai dengan jiwa gotong royong," katanya.

baca juga: Adanya Isu BNPB Mau Dibubarkan, Ketua FPTPRB Angkat Bicara

Kemudian katanya, dengan adanya kegiatan sosialisasi maupun pemaparan tentang penanggulangan bencana ini lebih mendekatkan antar sesama stakeholder terkait.

"Ini lebih kedalam menjalin silaturahmi kita sesama stakeholder, saling melengkapi sehingga penanganan bencana dapat terkoodinir. Ini salah satu bentuk penguatan sumber daya manusia dalam menangani kebencanaan," ulasnya.

baca juga: Akibat Curah Hujan, Jalan Penghubung Salido Sari Bulan dan Koto Rawang Terkikis Aliran Sungai

Sementara itu, Kepala BPBD Sumbar, Ermah Rahman mengapresiasi langkah BNPB yang terus mengencarkan sosialisasi tentang penanganan kebencanaan ini, apalagi dalam hal penguatan yang ada di daerah.

"Kita sangat berterimakasih dengan adanya starategi yang diberikan BNPB terutama dalam penanggulan bencana didaerah,"ulasnya.

baca juga: 7 Nagari di Batangkapas Pessel Terdampak Banjir, Rumah dan Jembatan Rusak Parah

Selain itu katanya, dengan adanya tentang tata kelola peralatan ini, maka akan terlihat kebutuhan alat yang ada antar kabupaten dan kota.

"Antara kabupaten dan kota kebutuhan sangat berbeda, maka dengan adanya pengelolaan ini akan terlihat kebutuhan mereka," tukasnya.

Narasumber dalam kegiatan selama dua hari dari tanggal 25-26 November 2019, terdiri dari Direktur Peralatan BNPB , Kalaksa BPBD Sumbar, Dr Hendro Wardhono, Prof Dr Syamsul Maarif. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir