Mantan Rektor Unand Tafdil Husni: Produk Unand Banyak, Hilirisasi Masih Kurang

Mantan Rektor Unand Tafdil Husni salam komando dengan Rektor Unand yang baru Prof. Yuliandri
Mantan Rektor Unand Tafdil Husni salam komando dengan Rektor Unand yang baru Prof. Yuliandri (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Mantan Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni menyampaikan produk akademik Unand berupa hasil penelitian (Riset) sangat banyak.

Bahkan, Unand melesat ke posisi empat mengalahkan Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk penilaian kinerja penelitian dalam tiga tahun terakhir versi Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

baca juga: Dies Natalis Unand ke 64, Rektor: Mari Lanjutkan Pengembangan Unand

"Prestasi kita itu Kepala Bappenas yang publikasikan ke media. Alhamdulillah pencapaian yang cukup membanggakan," ujarnya saat pisah sambut Rektor Unand di Auditorium Unand , Rabu 27 November 2019.

Walaupun banyak menghasilkan penelitian namun masih sedikit yang masuk pasar industri atau dunia usaha. Unand masih terganjal soal hilirisasi hasil riset produk inovasi.

baca juga: Ini Tanggapan Pakar Politik Unand Tentang Pernyataan Puan Maharani

"Tugas rektor kedepan memasarkan produk yang dihasilkan kampus. Kalau kata pemerintah sekarang rektor itu CEO nya kampus," katanya.

Dijelaskannya, di dunia universitas ada teaching university, riset university dan entrepreneur university. Sementara saat ini soal entrepreneur masih belum maksimal.

baca juga: 9 Mahasiswa Penerima Beasiswa Asal Myanmar Mulai Pendidikan di Universitas Andalas

"Mengkomersilkan produk itu kita ( Unand ) masih kurang, sedangkan inovasi sudah cukup banyak," ulasnya.

Sementara itu Rektor Unand yang baru saja dilantik Prof. Yuliandri menyampaikan perlu kebersamaan dari berbagai pihak baik internal maupun eksternal untuk membangun Unand kedepan.

baca juga: Kasus COVID-19 Kembali Meningkat di Sumbar, Kepala Laboratorium Unand Ingatkan Hal Ini

"Perlu dukungan dari berbagai pihak dan bersama-sama membangun Unand mulai dosen, karyawan dan mahasiswa termasuk pemerintah. Apa sudah tercapai hari ini tanggung jawab bersama untuk pertahankan dan ditingkatkan," ujarnya.

Kemudian, apa yang belum tercapai saat ini menjadi kerja bersama juga untuk meraihnya. seperti menjadikan Unand status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

Selain itu, Yuliandri juga akan fokus pada peningkatan SDM, akhlak dan teknologi di Unand .

"Kita akan fokus untuk PTN BH kedepan sebab perpindahan dari BLU ke PTN BH memiliki banyak keuntungan bagi Unand . Saat ini pemerintah mendorong Unand dua perguruan tinggi negeri lainnya untuk segera berubah status," katanya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir